News From Southern Indonesian

Dia Itu SBS!!!

Oleh : Jeffry Leonardo Taolin

0 70.251

KUPANG,flobamorata- dr. Stefanus Bria Seran, MPH, tentu bukan sosok asing bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia adalah bupati pertama Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten baru di ujung timur NTT, hasil pemekaran dari Kabupaten Belu.

Sebelum dilantik menjadi Bupati Malaka pada tahun 2016, bupati yang punya sapaan khas SBS ini, merupakan sosok birokrat tulen, dengan jabatan terakhir sebelum pensiun sebagai Kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Memilih pensiun sebelum masa jabatan berakhir sebagai birokrat, tentu bukan sebuah pilihan bijak. Tetapi niat melayani dan membangun tanah asalnya, SBS rela tinggalkan kenyamanan itu, maju bertarung dalam pilkada Malaka perdana 2015 dan menang.

Usai dilantik oleh Gubernur NTT, Frans Leburaya kala itu, SBS langsung tancap gas dengan program primadonanya yakni, Revolusi Pertanian Malaka (RPM), pendidikan, kesehatan serta pembangunan infra struktur. Hasilnya tentu kita bisa lihat sekarang ini. Malaka berubah baik dari sisi infra struktur pendidikan dan kesehatan, RPM dan terobosan lain seperti pembangunan pemuda dan olah raga serta pemebentukan karakter ASN yang mengedepankan aspek pelayanan yang prima untuk kesejahteraan rakyat.

Bahkan ada yang membuat saya salud dengan prinsip SBS soal pembangunan infra struktur wilayah. Pada suatu keempatan di tahun 2019, saya sempat melakukan wawancara soal pembangunan pusat pemerintah yang sampai saat ini belum juga dikerjakan. SBS kemudian menjawab dengan sangat argumentatif.  “ Pa wartawan, kebutuhan fisik kantor saat ini masih belum menjadi prioritas kami, sebab kami bisa kerja maksimal dengan dengan kondisi bangunan saat ini, fokus kami hanya memaksimalkan anggaran yang ada untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Malaka, lewat program pembangunan SDM,”ungkapnya. Itulah SBS dengan semangat pelayanan maksimal untuk rakyat Malaka.

Kembali ke soal tulisan saya “Dia Itu SBS !!!”. Diksi ini saya pilih tentu bukan tanpa alasan mendasar. Saya coba deskripsikan sosok SBS, sebagai politikus matang dalam hadapi Pilkada Malaka tahun 2020 ini. Pilkada tahun ini, SBS hanpir dipastikan akan berpasangan dengan Wendelinus Taolin (WT), mantan anggota DPRD Malaka, dan juga bangsawan wilayah foho, sebutan bagi daerah pengunungan di kawasan malaka, yang memiliki integritas sangat baik.

Bahkan SBS dianggap pasangan paling kuat berdasarkan hasil survey Indikator Politik besutan Burhanudin Muchtadi. Dalam rilis yang disampaikan ke DPW Partai Nasdem, SBS memiliki elektabilitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan kompetitor lain. Bahkan perbedaannya cukup signifikan di angka 86 persen untuk SBS serta kisaran angka 2 – 6 persen untuk calon lain. Bahkan tingkat kepuasan responden terhadap sosok SBS berada pada angka 92 persen. Tentu angka ini bukan sulap. Angka ini rill didapat Indikator Politik setelah melakukan kajian akademik atas hasil survey tersebut.

Sedangkan untuk bakal calon wakil bupati, Wndelinus Taolin menempati sosok tertinggi baik dari faktor elektabilitas maupun popularitas. Hasil Wendelinus Taolin berada di angka 54 – 60 persen dibandingkan dengan calon lain hany hanya berada di kisaran 5-8  persen. Bahkan survey dalam bentuk paket SBS-WT tetap unggul di kisaran angka 80 persen dibandingkan dengan paket lain.

Tentu bagi lawan politik SBS, membaca hasil ini akan kemukakan alasan klasik bahwa wajar SBS ada di angka itu, sebab dia adalah petahana.  Menurut saya, Itu pendapat pasrah yang cukup rasional diterima rasa dan akal. Dalam pernyataan itu, tentu bisa ditafsirkan sebagai pernyataan menyerah tanpa syarat sebelum bertanding atau pernyataan rasional yang sulit dibantah dengan argumentasi terukur.

Satu yang saya lihat dari sosok SBS, dia sangat taat akan asas demokrasi. SBS selalu serahkan kepada rakyat selaku pemangku kepentingan elektoral dan Tuhan, sebelum sesumbar akan hasil akhir.  Sebab menurut SBS, “ Hasil itu Tidak Akan Menghianati Proses”.

SBS itu sosok politikus yang semangat. Bahkan dia memberi contoh bagaimana meramaikan proses Pilkada Malaka tahun 2020 ini dengan hati gembira. Mendaftar di semua partai tentu bukan tanpa tujuan. Dirinya memberi contoh bahwa partisipasi aktif itu adalah mengikuti semua proses yang ada.

Bicara soal partai dan syarat dukungan parpol, tentu isu yang sangat seksi untuk dianalisis. Kenapa disebut seksi, sebab pintu partai atau dukungan partai politik mrupakan salah satu syarat mutlak dalam proses pencalonan untuk  Pilkada  selain jalur perseorangan. Walau belum resmi diumumkan, sejauh ini hanya Partai Nasdem yang sudah mengerucut dukungannya ke SBS-WT. Setelah dipanggil beberapa kali mengikuti pemaparan visi misi, lanjut ke Fit and Propper, SBS selalu datang dengan WT. Bahkan informasi dari petinggi Nasdem di DPW NTT, hampir 90 persen  partai milik Surya paloh ini akan memberi dukungan kepada SBS-WT sebagai pasangan calon.

Nasdem member contoh bagaimana sikap partai member dukungan berdasarkan survey. Kenapa harus berdasarkan survey, sebab partai politik tentu tidak mau kehilangan muka mendukung calon yang belum diketahui kualitas bibit, bebet dan bobot. Sebab mengalahkan SBS saat ini dengan hasil survey dari Indikator politik itu, bukan gampang tetapi mustahil.

Kenapa mustahil? Jawabannya sederhana. Apabila basis survey dipakai sebagai salah satu syarat untuk mengukur keterpilihan dalam Pilkada serentak tahun 2020, maka merujuk pada hasil indikator politik tentu semua partai akan memberikan dukungan kepada SBS. Kalau pertimbangannya lain, tentu aka nada pilihan lain. Tetapi formulasi standar dukungan berdasarkan pengalaman, biasanya bermain dalam tataran itu.

Golkar sendiri, melalui ketua DPD Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Lakalena, dalam kegiatan rakerda dan natal bersama di Labuhan Bajo akhir bulan lalu menegaskan, bahwa partai akan lakukan survey sebelum memberikan dukungan. Demikian juga Partai Gerindra pada saat melakukan fit and proper buat bakal calon bupati dan wakil untuk 9 kabupaten di NTT pada 28 -29 Januari 2020, Eston Foenay selaku ketua Gerindra Provinsi NTT menegaskan akan berpatokan pada survey.

Kenapa harus survey? Sebab hanya survey yang bisa mengukur secara matematis dengan pendekatan akademik yang tidak bisa diragukan. Partai politik dengan paradigma moderen, akan mengandalkan survey sebagai basis memberi dukungan, selain visi dan misi calon. Kalau demikian, tentu lawan kotak kosong bukan hal yang mustahil apabila merujuk pada analisa ini.

Tetapi, dia itu SBS!!!. Dalam beberapa kesempatan interview, dirinya selalu mengatakan prinsip demokrasi adalah bertarung dengan semangat sportifitas, dan harus menemukan lawan yang sepadan. Artinya opini soal lawan kotak kosong tentu dihindari SBS.  Menjadi pertanyaan, siapakah lawan sepadan SBS?  Sebelum bertarung, tentu kita saya dan anda harus sama sama sepakat bahwa “Dia Itu SBS!!!” Salam,,,,  

 

 

 

 

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More