News From Southern Indonesian

Pemkot Kupang Bentuk Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kelurahan

0 53

KOTA KUPANG,flobamorata.com- Dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan. Pembentukan gugus tugas ini dimaksud agar memantik peran serta masyarakat untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

“ Saya minta agar para camat dan lurah bersinergi serta berkoordinasi dengan para ketua RT, RW, aparat keamanan, tokoh masyarakat, kader PKK dan karang taruna di wilayah masing-masing untuk menyusun struktur tim satgas Covid-19 di setiap kelurahan dengan melibatkan kelompok pemuda, LSM, ormas, relawan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, guna secara bersama mencegah penyebaran virus ini,” ungkap Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, kepada wartawan, Rabu, 15 April 2020, usai melakukan rapat bersama tim gugus tugas pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, dalam melakukan upaya pencegahan ini, semua pihak terutama di tingkat kecamatan, kelurahan bahkan sampai RT, harus bisa memaksimalkan fungsi kooordinasi melalui komunikasi secara intens, dengan menggunakan fasilitas komunikasi yang ada.

“ Aparat kecamatan dan kelurahan harus aktif membangun komunikasi dengan semua pihak terkait penanganan Covid-19, jika memungkinkan menggunakan whatsapp guna memudahkan serta mempercepat alur koordinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, menjelaskan, Satgas Penanganan Covid-19 tingkat Kelurahan diharapkan dapat memberikan informasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 kepada seluruh anggota masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia di wilayah masing-masing.

Selain itu, menurutnya, Satgas Covid-19 kelurahan juga bertugas mendorong kesiagaan masyarakat untuk melakukan upaya kebersihan personal, keluarga dan lingkungan, sebagai bagian dari perwujudan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan mendorong serta mengawasi masyarakat dalam melaksanakan pembatasan kontak fisik pada berbagai sarana dan fasilitas umum yang ada di tempat keramaian seperti pasar tradisional, tempat ibadah, sarana olah raga, dan sarana rekreasi. (*)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More