News From Southern Indonesian

Nama Warganya “Lenyap” Dalam Data BST, Begini Penjelasan Kades Forekmodok

0 376

BETUN,flobamorata.com- Kendati pemyaluran dana Bantuan Sosial Tunai (BST), tahap kedua untuk masyarakat Desa Forekmodok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah dilakukan Jumat, 12 juni 2020 kemarin, tetapi di lain pihak masih menimbulkan persoalan.

Pasalnya, ada salah satu warga yang melakukan aksi protes, lantaran namanya tidak ada alias lenyap dalam data penerima tahap kedua, kendati pada tahap pertama sempat masuk dan menerima dana bantuan tersebut. Warga tersebut adalah Yoel Da Costa Ariyanto Raja, yang juga menjabat Kepala Urusan (Kaur) Desa Forekmodok.

Kepada wartawan dirinya menjelaskan, aksi protes yang dilakukan kemarin lantaran tidak ada penjelasan resmi soal namanya lenyap dalam data penerima BST tahap kedua.

“ Sebagai warga saya wajib pertanyakan itu. Sebab tahap pertama saya terima, tetapi tahap kedua ini nama saya tidak ada, makanya saya tanya kenapa nama saya hilang dalam daftar,” ungkapnya kepada wartawan di kediamannya, Jumat, 12 Juni 2020 sore.

Ditambahkannya, usai melakukan protes, oleh pihak desa dirinya dijelaskan bahwa ada perubahan verifikasi data. Namun menurutnya, sangat disayangkan  proses verifikasi data tersebut tidak ada pemberitahuan serta komunikasi sebelumnya oleh pihak desa dengan dirinya.

“ Saya diberi penjelasan bahwa ini ada perubahan data setelah diverifikasi. Saya tidak persoalkan ini. yang jadi soal adalah etika komunikasi yang dipakai untuk menjelaskan kepada saya,” ujarnya.

Terkait hal ini, Kepada Desa Forekmodok, Daniel  Moruk, ketika dikonfirmasi www.flobamorata.com siang tadi melalui wawancara per telepon menjelaskan, hilangnya nama Yoel Da Costa Ariyanto Raja dari daftar penerima  akibat terkendala regulasi dari Kemensos RI. Dimana berdasarkan Surat Edaran Kemensos RI mengatakan, bahwa aparatur desa dilarang  menerima semua dana BST.

“ Karena paraturan dari Kemensos bahwa aparat desa dilarang menerima BST,” ujarnya.

Bahkan dirinya menyarakan agar warga yang melakukan aksi protes diminta membaca dan pahami aturan dengan secara baik.  “ Saya sarankan agar yang komplain itu, baca dulu peraturan yang dikeluarkan Kemensos RI,” pungkasnya.

Untuk diketahui,  Pemerintah Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, pada Jumat, 12 Juni 2020 kemarin, melakukan penyaluran dana BST kepada 14 desa dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Weliman secara serentak. BST ini merupakan program Presiden RI, Joko Widodo, yang dieksekusi oleh Kmenterian Sosial RI, dengan besaran bantuan Rp. 600 ribu bagi warga miskin yang terkena dampak Covid-19.  (ferdhy bria)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More