News From Southern Indonesian

Butuh Keseriusan Tangani Stunting Di Malaka

0 89

BETUN,flobamorata.com- Persoalan Stunting atau lambatnya pertumbuhan pada anak balita di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memantik sikap Pokja Penanganan Stunting Provinsi NTT. Pihak Pokja meminta agar semua elemen masyarakat di kabupaten Malaka, untuk serius tangani persoalan ini. Saat Ini, Kabupaten Malaka berada di urutan ke 11 angka stunting paling tinggi dari 23 kabupaten maupun kota.

Hal ini disampaikan Sarah Leri Mboeik, Ketua Pokja Penanganan Stunting Provinsi NTT, pada acara Kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2020, di Kantor Bupati Malaka, Kamis, 25 Juni 2020.

“ Kami dari Pokja minta agar semua elemen masyarakat di Kabupaten Malaka, berperan aktif dalam menenkan angka ini, agar Kabupaten Malaka bisa bebas dari stunting kelak,” ujarnya kepada wartawan usai acara pembukaan kegiatan tersebut.

Ditambahkannya, persoalan stunting ini memang menjadi perhatian serius Gubernur NTT yang ditunjukan dengan pembentukan Pokja Penanganan Stunting tingkat Provinsi NTT. Dalam setiap kesempatan, gubernur selalu mendorong semua elemen untuk bekerja seminimal mungkin agar persoalan angka stunting ini bisa ditekan.

“Kami harapkan juga, agar pihak pemerintah desa, bisa manfaatkan dana desa, untuk dialokasikan dalam program melawan stunting ini,” pintanya.

Yang harus dilakukan saat ini menurutnya, fokus perhatian dikhususnya pada anak usia 6-10 bulan. Dimana anak-anak ini harus diberikan asupan gisi yang baik, dengan ASI eksklusif, dan dihindari dari kondisi lingkungan yang menganggu pertumbuhannya.

“ Kita mulai dengan perhatikan serius soal asupan gisi padaanak umur enam sampai sepuluh bulan,” ujarntya.

Sementara itu, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, saat membuka kegiatan ini mengakui, Stunting di daerah ini masih cukup tinggi.  Alasan Stunting tinggi karena pola asuh yang kurang bagus. Padahal menurutnya,  sesuai persyaratan kesehatan, untuk memastikan tingkat pertumbuhan bayi itu bagus maka sejak bayi lahir maka enam bulan harus diberikan ASI eksklusif.

Kondisi yang kerap terjadi, kata SBS, saat bayi lahir apalagi ibu bayi bekerja maka perhatian semakin minim. ASI eksklusif selama enam bulan jarang diperhatikan.

“Waktu bayi lahir enam bulan berjalan ibunya  pergi kerja sehingga bayi dititip pada neneknya. Karena itu jelas Stunting tinggi. Soal makanan sangat layak dikonsumsi karena daerah Malaka cukup subur,” katanya.

Bupati SBS berharap dari rembuk stunting ini, para elemen terkait dapat menerima masukan dari tim provinsi sehingga menjadi agen di masyarakat, serta member himbauan akan pentingnya persoalan stunting ini, sehingga Malaka bisa bebas  dari Stunting suatu saat nanti. (ferdhy bria)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More