Mengintip Jejak Kades Lorens Selama Sebulan Di Laleten

  • Bagikan

BETUN,flobamorata.com- Bagi masyarakat Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sosok Lorens L Haba mungkin tidak begitu asing. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Malaka ini, sudah hampir sebulan lebih ditunjuk oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, sebagai Penjabat Desa Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. Usai ditunjuk, Lorens langsung “tancap gas”. Desa Leleten mulai berubah di tanganya.

Redaksi www.flobamorata.com, selalu mengikuti aktivitas sosok pengoleksi kaca mata reiben ini. bahkan dalam beberapa kesempatan kegiatan desa, dirinya selalu membawa awak media untuk melihat secara langsung gebrakannya dalam membangun Desa Laleten. Usai dilantik pada bulan lalu, gebrakan awal yang dilakukan dirinya yakni mengadakan kegiatan “Jumat Bersih”.

Menurutnya, kegiatan jumat bersih merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan, sebagai jawaban atas arahan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran. Bukan sekedar memerintah, tetapi dirinya langsung menjadi motor penggerak masyarakat di  Sembilan dusun untuk keluar rumah, bersama melakukan kerja bhakti guna membersihkan jalan lingkungan bahkan jalan desa.

Baca Juga :  Pilkada Malaka, “Ujian Dalam Debat Kebijakan”

“ Saya sebagai penjabat datang kesini bukan untuk dilayani seperti raja. Tetapi saya datang kesini sebagai pelayan masyarakat, yang wajib bekerja demi kepentingan masyarakat. Kebersihan itu adalah anugerah, sebab bersih itu indah, dan bersih itu sebagian dari iman,” ujarnya saat memimpin kegiatan “Jumat Bersih” pekan lalu.

Terbukti, berdasarkan pengamatan media, ruas jalan di Desa Laleten tertata rapi. Bahkan dahan dan ranting pohon yang menjulur ke bahu jalan dipangkas guna memberi kenyamanan bagi pengandara dan pejalan kaki. Bukan saja itu, Kantor Desa Laleten yang selama ini jauh dari kata perawatan, ditangan Lorens, semua “disulap” jadi tempat yang nyaman untuk beraktifitas.

Baca Juga :  Ketika Seymour Hersh Menguak Aib Perang Vietnam

“ Kita mulai tata pelan-pelan. Saat ini halaman kantor sudah bersih, sisa kita rapihkan benar-benar administrasi kantor. kita akan adakan penunjang administrasi seperti kertas, alat tulis bagi perangkat desa. Bagaimana bisa kalau lingkungan bersih, lalu fasilitas penunjang tidak ada?, itu yang akan saya bicarakan dengan perangkat desa untuk segera diadakan agar adminsitrasi desa di sini bisa berjalan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  SBS Di Saenama

Bahkan dalam menerapkan kebijakan, dirinya selalu berpegang pada pepatah using “ Tegas dalam Prinsip, Halus Dalam Cara”. Sebagai contoh, saat datang pertama kali di Leleten, dirinya langsung mengeluarkan kebijakan, bahwa para penerima BLT DD harus melaksanakan kewajiban dengan membersihkan lingkungan rumahnya. Bagi Lorens, ini bentuk edukasi akan mental bermasyarkat yang baik.

“ Saya coba tanamkan nilai positif bahwa apabila kita menuntut hak sebagai warga, maka kewajiban harus dijalankan,” katanya.

  • Bagikan