News From Southern Indonesian

Kades Motaain-Malaka Diduga Korupsi Dana Desa 118 Juta

0 624

BETUN,flobamorata.com- Salomon Leki, Kepala Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga melakukan penggelapan atau korupsi dana desa sebesar Rp. 118 juta. Dana tersebut merupakan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Motaain. Diduga uang hasil korupsi itu, digunakan Leki untuk membeli satu uni Mobil mobil pick up bekas.

Hal ini disampaikan mantan Ketua BPD Desa Motaain, Alberto Martins dan mantan Sekretaris BPD, Benediktus Leki yang dipecat sepihak oleh Salomon Leki pada 2018 silam. Menurut Martins, dirinya pernah dipanggil oleh Inspektorat Kabupaten Malaka guna pemeriksaan terkait dana ini.

” Saya sendiri pernah dipanggil oleh Inpektorat untuk dimintai keterangan terkait uang BUMDes sebesar 118 Juta itu,” ujar Alberto Martins.

Dijelaskannya, uang BUMDes sebesar 118 Juta Rupiah tersebut adalah penyertaan modal yang bersumber dari keuangan desa. Uang tersebut, sejatinya diperuntukkan bagi usaha simpan pinjam BUMDes tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, uang itu dipakai Kades untuk membeli mobil.

“ Uang itu mungkin dipakai beli oto (mobil, red) pick up bekas dari adik kandungnya. Padahal uang ini kan untuk usaha simpan – pinjam yang diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha,” jelasnya.

Alberto mengaku, sang Kades tidak pernah memberikan penjelasan yang memuaskan soal mobil pick up tersebut, apakah mau dijadikan mobil operasional BUMDes atau mobil pribadi kepala desa. Jika mobil tersebut dibeli kepala desa untuk operasional BUMDes maka sangat tidak logis karena BUMDes tersebut bergerak di bidang usaha simpan pinjam.

Selain soal dugaan korupsi, Salomon Leki, ujar Martins, juga melakukan praktek nepotisme, dengan mengangkat istrinya sendiri menjadi Direktur BUMDes dan anak kandungnya menjadi Sekretaris BUMDes. Ketiganya berdiam di satu rumah. Selain itu, Bendahara BUMDes juga merupakan ipar dari sang Kades.

terkait persoalan ini, pihaknya berencana akan segera melaporkan kasus ini kepada aparat kepolisian, guna ditindaklanjuti. “ Minggu depan kami akan segera lapor ke polisi untuk ditindak, sebab perbuatan ini sudah membuat masyarakat disini resah,” pungkasnya. (ferdhy bria)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More