News From Southern Indonesian

Pengurus BUMDes Naimana Siap Bertanggung Jawab Terkait Dugaan “Makan Uang”

0 285

BETUN,flobamorata.com- Pengurus pengelolah dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan siap menyelesaikan seluruh laporan dan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan BUMDes Naimana selama tahun 2017 dan tahun 2018 sebesar Rp. 98 juta.

Bentuk pertanggung jawaban tersebut, menurut Arlen Otu, Bendahara BUMDes Naimana, akan dilakukan dengan cara penagihan kepada masyarakat yang memanfaatkan dana tersebut melalui Program Simpan Pinjam BUMDes Naimana, pada tahun 2017, yang belum melakukan penyetoran maupun pelunasan.

“ Saya dengan pak ketua sudah saling kontak, dan kami berdua mau ikuti nasabah  yang masih ada pinjaman untuk segera diselesaikan,” ujarnya kepada www.flobamorata.com, Rabu, 29 Juli 2020, melalui sambungan telepon.

Namun demikian, terkait dengan batas waktu penyelesaian tunggakan nasabah tersebut, tidak diinformasikan secara pasti oleh Arlen Otu. Pasalnya, dirinya beralasan bahwa saat ini masih dalam kondisi New Normal pandemi Covid-19.

“Saya akan konfirmasi lagi dengan pa ketua, kira-kira kapan waktunya. Sebab tidak mungkin kita tagih masyarakat dalam situasi panas-panas covid-19 ini,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, uang sebesar Rp. 98 juta yang dialokasikan oleh Desa Naimana tersebut sebanyak dua tahap. Dimana tahun 2017 sebesar Rp. 50 juta dan tahun 2018 sebesar Rp. 48 juta. Untuk tahun 2017, dana tersebut digunakan untuk kegiatan simpan pinjam, sedangkan untuk tahun 2018, digunakan untuk pengadaan kursi dan tenda, serta usaha kios. Namun dari dua program ini, yang berjalan hanya simpan pinjam dan itu juga mandek, sedangkan pengadaan tenda dan kursi serta kios tidak berjalan sama sekali.

Dugaan “Makan Uang” pengelolaan dana BUMDes Naimana ini, terendus dari nihilnya laporan pertanggung jawaban oleh para pengurus. Bahkan berbagai cara sudah dilakukan oleh Penjabat Desa Naimana yang baru, Frans Nuak, yakni memanggil dan meminta klarifikasi, tetapi dalam klarifikasi tersebut, terkesan adanya keterangan yang berbelit disampaikan oleh para pengurus. Atas sikap tersebut, Frans Nuak berencana akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, guna mendapatkan kepastian jawaban atas pertanyaan masyarakat Desa Naimana terkait uang BUMDes ini. (ferdhy bria)

 

 

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More