News From Southern Indonesian

Gerombolan Berandal Serang Posko SBS-WT Di Rinhat

0 1.794

BETUN,flobamorata.com- Segerombolan berandal orang tak dikenal, melakukan penyerangan terhadap Rewalan Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin, Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka, atau dikenal dengan sandi politik SBS-WT, Paslon Nomor Urut 2, di Desa Biudukfoho, Kecamatan Rinhat, pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Gerombolan berandal yang mengenakan baju Kaos Hitam bertuliskan “Tim Sakti” ini, diduga kuat sebagai loyalis Paket Nomor 1, Simon Nahak dan Kim Taolin atau Paket SN-KT.

Akibat ulah tidak terpuji dari para berandalan tersebut, Kanis Bere, salah satu relawan SBS-WT, kena pukul persis di wajahnya, yang mengakibatkan memar di pelupuk mata kiri.

Kejadian tersebut disaksikan oleh relawan SBS-WT lainnya yakni, Aurelius Seran, Alfinsius Fahik, Primus Bere dan Okto Mesak, tanpa melakukan reaksi balasan atas aksi premanisme  tersebut.

Berikut kronologis kejadian dan fakta seputar kejadian tersebut versi korban, saksi-saksi saksi dan Polisi

1. Kejadian tersebut terjadi saat Tim Paslon SN-KT kembali dari Kampanye di Kecamatan Rinhat.

2. Peristiwa bermula ketika Rombongan Paslon mendekati Posko dan menunjukkan isyarat 1 jari dan dibalas dengan isyarat 2 jari oleh Relawan SBS-WT.

3. Pengendera Sepeda Motor yang mengenakan atribut atau seragam Kaos hitam bertuliskan “Tim Sakti” yang diduga sebagai loyalis Paket SN-KT, mengentikan sepeda motornya di depan Posko SBS-WT dan berjalan menuju Posko.

5. Korban Kanis Bere berjalan ke luar Posko, dan dihampiri oleh pria berseragam Tim Sakti dan langsung meninju wajah korban, kemudian kembali naik ke sepeda motor miliknya

6. Para saksi (rekan-rekan) korban, melihat kejadian tersebut berlari ke luar tenda posko.

7. Polisi tiba di tempat kejadian untuk melerai.

8. Tanpa diketahui sebabnya oleh korban dan saksi, seorang Polisi yang diduga kuat Kapolsek Rinhat, Iptu Mikhael Mali membanting kursi di tenda posko. Di atas kursi terdapat gelas-gelas kopi dan 2 botol minuman keras (satu botol masih segel dan satu botol sudah dibuka dan masih berisi setengah).

9. Kapolsek Rinhat, Iptu Mikhael Mali yang dikonfirmasi wartawan membenarkan dirinya membanting kursi karena terdapat botol Miras di atas kursi

10. Beberapa jam setelah kejadian, muncul pemberitaan media online yang menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena Relawan SBS-WT menghadang Rombongan Kampanye SN-KT.

11. Pemberitaan tersebut dibantah Korban dan para saksi. Menurut para saksi, peristiwa tersebut terjadi di halaman tenda posko, bukan di jalan raya.

12. Aparat Kepolisian (Kapolsek Rinhat dan Kasat Shabara Polres Malaka, Iptu Melki D. Nenobais) yang dikonfirmasi wartawan mengaku polisi tidak tahu-menahu soal penghadangan tersebut.

13. Kejadian tersebut telah dilaporkan korban dan para saksi ke Aparat Kepolisian Resor Malaka melalui Polsek Rinhat.

14. Kapolsek Rinhat, Iptu Mikhael mengatakan korban tidak mau divisum.

15. Korban dan Saksi mengaku dihantar oleh Anggota Polisi ke Puskesmas untuk Visum tetapi dokter tidak berada di tempat. (ferdhy bria)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More