News From Southern Indonesian

Ketua DPRD Malaka Polisikan Kades Tafuli

Reporter : Ferdhy Bria

0 887

BETUN,flobamorata.com- Adrianus Bria Seran, Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, resmi melaporkan Agustinus Tafuli, mantan Kepala Desa Tafuli, kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Propinsi NTT, ke Polres Malaka Selasa, 25 Mei 2021.

Agustinus Tafuli dilaporkan lantaran diduga memberi pernyataan palsu yang dilansir oleh salah satu media online.

Agustinus dilaporkan terkait pernyataannya kepada wartawan bahwa dirinya dipanggil Ketua DPRD untuk diarahkkan agar Pengelolaan Dana Desa (DD) untuk kegiatan pembangunan fisik harus dikerjakan oleh salah satu kontraktor.

Usai membuat pengaduan, Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH mengatakan, dirinya tidak pernah memanggil kepala desa Tafuli atau kepala desa mana pun untuk bicara soal proyek.

“Saya tidak kenal kepala kepala desa itu (Agus, red) dan saya tidak pernah panggil Kepala Desa siapapun untuk urus proyek. Kenapa tiba-tiba bawa-bawa nama saya?”, ujar Adrianus kepada wartawan, usai membuat laporan polisi.

Adrianus Bria Seran menambahkan, jika dirinya berbicara kepada para kepala desa soal pelaksanaan proyek DD, itu sebatas fungsi kontrolnya sebagai wakil rakyat. Bukan untuk atur supaya siapa yang harus kerja dan dirinya harus dapat uang.

“Ya, kalau saya omong ke kades supaya kerja yang berkualitas, itu memang fungsi kontrol saya sebagai DPR. Tapi kalau bilang saya atur supaya siapa yang harus kerja dan supaya saya dapat uang, harus siapkan bukti yang kuat karena saya tidak pernah lakukan itu”, lanjutnya.

Pantauan media ini, Ketua DPRD Malaka datang ke Polres Malaka didampingi dua orang Kuasa Hukum, seorang Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar. Dari SPKT, Adrianus dan rombongan diarahkan ke Satreskrim. Dan di sana, Adrianus dan rombongan diterima Kasat Reskrim, Iptu Yusuf, SH, Kanit Tiper dan sejumlah staf.

Adrianus mengaku kesal karena namanya telah dicatut untuk kepentingan pihak lain tetapi di lain sisi merugikan dirinya sendiri. Karenanya, Adrianus memilih menempuh jalur hukum. Dirinya berharap, Polres Malaka menanggapi serius dan menindaklanjuti pengaduan tersebut.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Malaka, Iptu Yusuf, SH, pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya menerima pengaduan tersebut dan akan mempelajarinya serta mengambil tindakan sesuai ketentuan yang ada.

Iptu Yusuf menjelaskan, pengaduan tersebut berkenaan dengan dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah dan penipuan publik.

Sebelumnya, Kepala Desa Tafuli, Agustinus Tafuli membantah dirinya telah mengatakan bahwa pengelolaan dana desa di desanya diintervensi Ketua DPRD.

“Saya tidak katakan begitu (diintervensi Ketua DPRD, red). Saya katakan bahwa waktu dong ambil uang itu dong bilang Bos sudah tunggu”, ujar Agus melalui sambungan telepon, Senin Sore

“Waktu sebelum kerja, kami dipanggil betul. Tapi beliau tidak memaksa tapi karena pekerjaan kami perlu alat berat dan mobil sehingga kalau bisa CV. Mario yang kerja”, tambahnya.

Tetapi, ketika ditanya, apakah dirinya ditelpon atau dihubungi Ketua DPRD, Agustinus mengaku dipanggil, tapi tidak memaksa.

“Tetapi beliau katakan babwa kalau proyek di sana yang butuh alat berat kalau bisa CV. Mario yang kerja”, kata Agus.

“Saya tidak dipanggil langsung oleh Ketua DPR tapi mungkin lewat orang lain”, ujar Agus sambil menyebutkan nama orang yang diakui Agus mengajaknya untuk bertemu Ketua DPRD.

Demikian juga ketika pencairan, jelas Agus, orang tersebut meminta pembayaran dengan dalil bahwa uang tersebut sudah ditunggu.

“Waktu pencairan dong tunggu di depan Bank dan bilang bawa uang sudah karena Bos su tunggu”, kata Agus.+++

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More