News From Southern Indonesian

Kepala Desa Lewolaga Diduga Menganiaya Wartawan Warta Keadilan

0 12

LARANTUKA, flobamorata.com –
Edwaldus T. Salu Kelen Wartawan Redaksi Warta Keadilan dianiaya. Akibat penganiayaan ini Edwaldus mengalami luka cukup serius. Penganiayaan ini diduga kuat dilakukan oleh Kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang. Paslanya karena tak terima dirinya diberitakan korupsi. Berdasarkan rekaman video dan hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah, dr. Hendrik Fernandez Larantuka, bahwa terdapat luka dibibir bawah dan pipi kiri kanan.

Penganiayaan tersebut terjadi di teras kantor Desa Lewolaga, Kabupaten Flores Timur pada, Jumat (17/1/2020) sekitar Pkl.12.30 Wita.

Melihat kejadian tersebut pemimpin redaksi Warta Keadilan Yohanes Berchamans Brino Tolok sangat menyesali tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa Frans Nikolaus Beoang. dan meminta aparat Kepolisian memproses masalah ini sampai tuntas.

“Berdasarkan fakta tersebut Redaksi Warta Keadilan menyimpulkan bahwa wartawan kami di Flores Timur atas nama, Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen benar-benar mengalami penganiayaan diduga kuat dilakukan oleh Kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang”, kata Yohanes.

“Selain itu, ada juga bukti rekaman kejadian tersebut yang sudah kami peroleh membenarkan adanya insiden tersebut sekaligus menujukan motif dari dugaan penganiayaan tersebut berhubungan pemberitaan dan profesi”, ujarnaya.

Untuk itu, Redaksi Warta Keadilan menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan yang tidak manusiawi dari kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang, serta intimidasi dari oknum-oknum yang sepihak dengan Kades terhadap wartawan kami sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan pers.

2. Bahwa tindakan kepala desa tersebut diduga kuat atas sebuah rencana dan dilatari dendam terhadap dua berita sebelumnya yang ditulis korban dan konfirmasi yang dilakukan korban kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kabupaten Flotim.

3. Bahwa kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Flores Timur (Flotim) maka Redaksi mendesak Polres Flotim untuk mengungkap kasus ini secara tuntas sesuai paraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Bahwa perbuatan Frans Nikolaus Beoang selaku kepala desa Lewolaga adalah perbuatan bentuk penghinaan terhadap pers sekaligus melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers maka redaksi hal ini menjadi perhatian khusus bagi penegak hukum dalam penuntasan kasus ini.

5. Bahwa pernyataan Kepala Desa di beberapa media yang seolah membenarkan tindakannya dengan alasan pembinaan antara Kepala Desa dan Warga, juga adalah sebuah bentuk pengangkangan terhadap UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Harapan kami agar masalah penganiayaan ini harus segera ditangani sampai tuntas. Terutama dugaan masalah korupsi yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Lewolaga. Demikian rellease ini kami terbitkan sebagai sikap tegas dari redaksi atas dugaan penganiayaan Wartawan Warta Keadilan, Flores Timur.


Reporter: Ricky Anyan


This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More