ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Malaka Siap Jadi Pilot Project Pengembangan Garam

Avatar photo
Reporter : JeOtEditor: ADMIN
  • Bagikan

KUPANG,flobamorata.com Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap dijadikan sebagai daerah contoh untuk pilot project pengembangan potensi garam berbasis indikasi geografis.

Hal ini disampaikan oleh DR.Miftahul Huda, Direktur Jasa Kelautan, Direktorat Jendral Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KKP) usai menggelar pertemuan terbatas dengan  Bupati Malaka, DR. Simon Nahak, SH, MH di Aston Hotel Kupang, 22 Januari 2024.

ads

“Kerena potensi lahan yang luas di Malaka, maka kita akan coba untuk mengembangkan produksi garam dengan dua pendekatan yakni tradisional dan modern. Selama ini di Malaka berdasarkan pengamatan kami, masyarakat kembangkan secara tradisional. Untuk itu kita akan memberikan edukasi serta contoh yang baik bagaimana membuat garam yang baik tanpa harus meninggalkan cara-cara pembuatan secara tradisional,” jelasnya.

Baca Juga :  Lewat Program SAKTI, “Sang Petarung” Terima Indonesia Award 2023

Untuk itu menurutnya, Tim Kementerian KKP akan melakukan pemantauan terhadap produksi dari masyarakat secara tradisional tahun ini dengan melakukan intervensi terhadap prasarana alat pendukung serta memberikan pelatihan kepada masyarakat bagaimana menghasilkan garam yang baik dan berkualitas secara tradisional” ungkapnya.

Terkait dengan proses distribusi dan pemasaran, menurutnya pihak Kementerian KKP akan membantu Kabupaten Malaka untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan khusunya Balai POM untuk proses sertifikasi.

“Garam Malaka karena pengelolaannya khusus seperti garam Bali, maka kita akan koordinasikan dengan Kemenkes terutama Balai POM bagaimana proses peredaran di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  KKP Akan Kunjungi Malaka Guna Melihat Potensi Kelautan Dan Perikanan

Kementerian KKP menurutnya akan berupaya agar program pengembangan garam Malaka bisa masuk dalam tahun ini untuk dikembangkan.

“Karena ini di awal tahun 2024, semoga kita bisa buat contoh yang baik untuk Malaka,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malaka, DR. Simon Nahak, SH, MH menyambut niat baik dari Kementerian KKP. Namun dirinya menegaskan tiga hal prinsip agar menjadi acuan dalam pengembangan garam di Malaka.
Pertama, siapa saja boleh melakukan aktivitas bisnis dan investasi di Malaka asal tidak boleh merusak lingkungan.

Baca Juga :  Pemuda Kleseleon Kawal Penyaluran BLT

Kedua, siapa saja boleh melakukan aktivitas bisnis dan investasi tetapi tidak boleh merugikan masyarakat Malaka

Ketiga, siapa saja boleh melakukan aktivitas bisnis dan investasi tetapi harus ada kontribusi nyata untuk PAD Kabupaten Malaka.

“Jadi kalau mau datang ke Malaka harus komit terhadap tiga prinsip tersebut,” ujarnya.

Soal pengembangan garam di Malaka berdasarkan catatan redaksi flobamorata
com, hal ini sudah diperjuangkan oleh Bupati Simon Nahak sejak dua tahun silam. Komunikasi intens antara Pemkab Malaka dan Kementerian KKP kerap dilakukan guna merumuskan intervensi program yang bisa dilakukan demi pembangunan Kabupaten Malaka.****

  • Bagikan