ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Nyata Dan Nyata Bekerja Ala Bupati Malaka

Avatar photo
Reporter : JeOtEditor: ADMIN
  • Bagikan

KUPANG,flobamorata.com– DR Simon Nahak, SH, MH Bupati Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur seolah memiliki “nyawa cadangan”. Mengapa demikian? Saban hari tanpa kenal waktu, tanpa mengeluh, bahkan tidak baper, dirinya terus curahkan waktu dan perhatian kepada Rakyat Malaka. Perhatian yang diberikan sebagai wujud dari tanggung jawab moril atas kepercayaan rakyat yang diberikan untuk memimpin kabupaten Malaka sebagai bupati.

Saat orang lain sibuk bergosip soal siapa ganti siapa dan siapa gandeng siapa, maklum menuju tahun 2024 sebagai tahun politik, percakapan seperti ini lumrah. Namun bagi “Sang Petarung”, sapaan lain dari Bupati Simon Nahak yang kerap disematkan oleh para kolega bupati lainnya tidak terpengaruh dengan hal itu. Bupati Simon Nahak terus tapaki lorong waktu pengabdian, berburu dengan asa, berpacu dengan harapan, bahwa kesejahteraan rakyat Malaka adalah tujuan utama.

ads

“ Biarkan mereka bergosip, bagi SN kerja nyata untuk kepentingan rakyat Malaka adalah hal utama,” ucap Suami drg. Maria Martina Nahak, M. Biomed kepada flobamorata, Sabtu 11 Februari 2023.

Semenjak dilantik pada April 2021 silam, Bupati Simon Nahak langsung “tancap gas”. Lewat program SAKTI sebagai akronim dari Sandang Pangan, Adat Istiadat, Kualitas, Toleransi dan Tata Kelola, yang merupakan program primadona Pemkab Malaka saat ini terus bergeliat.

Baca Juga :  Program “SAKTI Malaka” Hadir Di Kompas TV

Sandang dan Pangan Bersama “Nona Malaka”

Dalam program Sandang dan Pangan menunjukan tranding positif. Branding “Beras Nona Malaka” akhirnya resmi dipatenkan oleh Bupati Simon Nahak sebagai hak Rakyat Malaka. Bahkan 13 Desember 2022 lalu, Beras Nona Malaka resmi dilaunching.

Usai dilaunching di Rumah Produksi Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, ada senyum bahagia terukir dari raut wajah Bupati Simon Nahak. Dirinya lantas tidak merasa berbesar hati. Satu demi satu capaian-capaian sesuai visi dan misi dari Bupati Simon Nahak membuat dirnya bangga dan terus termotivasi untuk bekerja lebih giat bagi renu Rai Malaka.

Bagi kaum apatis, tentu hal ini dianggap biasa. Tetapi bagi Bupati Simon Nahak, Brand Beras Nona Malaka menjadi salah satu bukti otentik dan tak tergantikan, bahwa ini adalah milik rakyat Malaka. Dirinya berucap, kemudian berjanji dalam kampanye Pilkada Malaka 2020, akhirnya direalisasi secara nyata. Itulah pemimpin, setiap ucapannya adalah garansi bagi pencapaian cita pengabdian. Bupati Simon Nahak adalah sosok pemimpin yang berada dalam track tersebut.

Bukan hanya itu, bahkan beberapa Rice Milling Unit (RMC) sebagai insfrastruktur pendukung juga sudah tersedia di beberapa tempat. Selain infrastruktur, dirinya memberikan tauladan nyata lewat program masuk kebun dalam menunjang Malaka menuju Swasembada Pangan.

Baca Juga :  Ciptakan Kader Berkualitas, Permaper TTU Lakukan Mabim

“Roman” Malaka Dalam Khasana Budaya

Malaka selalu dikenal sebagai daerah yang berbudaya. Budaya Malaka wajib menjadi hal penting sebagai jembatan dalam membangun relasi sosial dalam masyarakat. Bupati Simon Nahak sebagai sosok yang lahir dari tradisi adat yang kental paham akan hal ini.

Dalam program SAKTI miliknya, adat istiadat dan budaya menjadi salah satu program yang wajib direalisasi. Menciptakan suasana yang harmonis dalam masyarakat dengan pendekatan budaya, merupakan formula yang apik dalam membangun kultur sosial kemasyarakatan.

Dirinya bersama istri kerap berperan aktif dalam setiap pagelaran dan acara adat. Ibarat kata, hanya sakit dan sedang berada di liar Malaka yang membuat Bupati Simon Nahak absen menghadiri undangan kegiatan ritual adat dan budaya dari masyarakat.

Bahkan untuk proses legal formal dari eksekusi program terkait adat istiadat, Bupati Simon Nahak yang juga pakar hukum bergelar doktor ini, mengeluarkan Perbup Nomor 21 tahun 2021, Tentanang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Tujuannya agar semua bisa terkoordinasi dengan baik, sehingga tidak ada gesekan horizontal dalam struktur dan tatanan adat yang di Malaka.

Bupati simon bukan sekedar berujar. Dirinya memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mengenakan sarung bermotif khas Malaka, sudah menjadi pandangan yang lumrah ketika bertandang ke rumah jabatan maupun kediaman pribadinya. Kebiasaan ini bukan dibuat-buat. Sarungan ala Bupati Simon Nahak sudah dilakukan sejak dulu bahkan sebelum takdir menempatkan dirinya sebagai Bupati Malaka.

Baca Juga :  Buka Kotak Suara Tanpa Dasar Hukum, KPU Malaka Dilaporkan Ke Bawaslu

Selain sarungan, dirinya gemar menari bidu dalam kegiatan formal maupun non formal. Acap kali, protokoler harus bekerja di luar jadwal ketika secara mendadak Bupati Simon Ikut aktif menari bidu. Semua karena kecintaan Bupati Simon Nahak, sebagai anak petani tambakau terhadap adat dan budaya Malaka.

Malaka Cerdas Dan Sehat Formula Menuju Kualitas Berbobot

Berbicara soal kualitas masyarakat Malaka, mungkin bagi kalangan awam akan terasa sulit dimanifestasikan lewat besutan program yang brilian. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi seorang Bupati Simon Nahak. Dirinya seolah menemukan rumus atau formula yang mumpuni lewat program Kartu Malaka Sehat dan Cerdas.

Untuk Kartu Malaka Cerdas misalnya, dalam setiap lawatan kunjungan ke lembaga satuan Pendidikan baik itu SD, SMP, dan SMA maupun Kejuruan, dirinya yang memang berlatar belakang pengajar ini, selalu menekankan pentingnya kualitas generasi Malaka yang cerdas. Lewat ransangan Kartu Malaka Cerdas, ada spririt bahwa semangat anak-anak malaka untuk tekun dan rajin belajar akan membawa perubahan kualitas hidup yang lebih baik.

  • Bagikan