Terkait ini, Kepada Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid menjelaskan, bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan kenaikan signifikan. Berdasarkan pengamatan instrumental selama periode 23 Oktober hingga 3 November 2024 pukul 18.00 WITA.
“Tercatat ada 43 kali gempa letusan, 28 kali gempa hembusan, 94 kali gempa harmonik, 7 kali gempa Low Frequency, 133 kali gempa vulkanik dangkal, 353 kali gempa vulkanik dalam, 26 kali gempa tektonik lokal, 68 kali gempa tektonik jauh, dan 3 kali getaran banjir,” ujar Muhammad Wafid.
Menurut Wafid, energi yang dikeluarkan Gunung Lewotobi Laki-laki juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir, didukung data satelit yang mendeteksi kandungan gas SO2 melebihi 10.000 ton per hari. Oleh karena itu, status gunung ini dinaikkan menjadi “AWAS”.
Pengamatan visual dan instrumental mencatat rata-rata 6-8 kali erupsi per hari. Namun, gempa erupsi terakhir tercatat pada 1 November 2024, dan setelahnya belum terjadi erupsi.
Fenomena ini, menurut Wafid, menunjukkan kemungkinan adanya sumbatan yang menghalangi keluarnya material vulkanik, yang dapat meningkatkan potensi terjadinya erupsi lebih besar dari sebelumnya.****
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











