“Kami ingin pelaku UMKM tidak lagi terkendala modal. Melalui KUR, mereka dapat meningkatkan kualitas produk, memperbesar kapasitas produksi, dan memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Ketika produk lokal memiliki pasar yang pasti, ekonomi masyarakat akan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Egbert.
Optimisme itu semakin menguat setelah Moschob memperoleh offtaker dari PT Morige NTT. Kerja sama tersebut membuka kepastian pasar bagi produk Mocaf Desa Sopo, yang selama ini masih didominasi pasokan dari Pulau Jawa. Kehadiran Moschob diharapkan mampu menjadi alternatif tepung lokal yang berdaya saing sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas ubi kayu masyarakat.
Selain mendukung pengembangan produk pangan lokal, Bank NTT juga berkolaborasi dalam pemberdayaan kelompok penenun melalui penyaluran bantuan alat tenun, mesin jahit, pelatihan peningkatan kualitas tenun, hingga penguatan akses permodalan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan melahirkan beragam produk fesyen berbasis tenun khas Desa Sopo.***JeFF
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











