Menurut Charlie, target tersebut tidak mungkin dicapai hanya melalui kerja individu. Industri perbankan saat ini menuntut organisasi yang solid, adaptif, dan mampu bekerja secara kolektif dalam menghadapi dinamika ekonomi maupun tuntutan transformasi digital.
Karena itu, ia mengajak seluruh insan Bank NTT membangun budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, kerja keras, kerja cerdas, dan inovasi sebagai fondasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kalau berjuang sendiri tidak akan berhasil. Harus ada kerja sama yang baik antara seluruh karyawan, kerja cerdas, kerja keras, dan kerja pintar,” katanya.
Lebih jauh, Charlie menilai semangat kebersamaan juga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bank milik pemerintah daerah, keberhasilan Bank NTT bergantung pada sinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai pemegang saham, dunia usaha, serta masyarakat yang menjadi pengguna layanan perbankan.
Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting agar Bank NTT mampu memperkuat intermediasi, memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif, serta meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.***JeFF
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











