Busrul menegaskan, berbagai sinergi dan inisiatif kerja sama lainnya dapat segera dimulai dan dikembangkan tanpa menunggu KUB efektif. Sehingga dampak positifnya dapat segera dirasakan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Tercatat, hingga triwulan ketiga tahun 2024, nilai aset Bank Jatim mencapai Rp106,63 triliun. Sedangkan kredit yang berhasil disalurkan oleh Bank Jatim pada triwulan ketiga 2024 tercatat sebesar Rp62,19 triliun, atau meningkat 20,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementa itu berdasarkan data yang dihimpun redaksi, menurut rencana pada tanggal 16 Desember 2024, Bank NTT akan melakukan penandatanganan Sharing Holder Agreement (SHA) dengan Bank Jatim untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 Triliun.
“Kalau tidak ada perubahan maka pada 16 Desember 2024 ini akan dilaksanakan penandatangan SHA di Surabaya bersama Bank Jatim,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT, ohanis Landu Praing SE, MM kepada flobamorata.com, Sabtu 14 Desember 2024.
Dengan adanya dukungan Bank Jatim, ungkapnya, maka Bank NTT memiliki peluang besar untuk selamat dan tetap menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Timur. Saat ini Bank NTT butuh tambahan modal Rp600 Miliar untuk penuhi modal inti minimum bank yakni Rp3 Triliun. Sementara saat ini modal inti Bank NTT baru sebesar Rp 2,4 triliun.
Untuk diketahui, dalam RUPS LB Bank NTT pada Sabtu, 16 November 2024, para pemegang saham menyepakati rencana kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank NTT dengan bank Jatim, untuk penuhi modal inti minimum Bank NTT.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











