“Pada prosesnya, surat dari Bupati itu mendapat persetujuan dari Direksi dengan nilai CSR Rp 330.400.000. Surat persetujuan ini kami dapat pada akhir Agustus 2025. Peruntukan CSR ini, sambungan baru listrik bagi 152 rumah tangga miskin di Kabupaten Matim,” jelasnya.
Dirinya menjelaskan, CRS itu tujuanya untuk mendukung pembangunan di daerah, termasuk bidang kelistrikan. Selain itu adanya kepedulian dari Bank NTT bersama Pemda Matim bagi warga masyarakat Matim yang hingga saat ini belum dialiri atau mendapat penerangan listrik PLN.
“Kita ketahui bahwa dengan listrik, anak-anak bisa belajar di malam hari dan keluarga menjalani hidup yang lebih aman dan produktif atau ada aktifitas ekonomi. Bantuan ini membawa kegimbiraan dan harapan baru bagi 152 rumah warga,” kata Maxi.
Ia juga melaporkan kinerja Bank NTT Cabang Borong hingga keadaan September 2025 dengan nilai baik. Asset kini mencapai Rp. 522 miliar atau tumbuh 7.96 % dari tahun 2024 sebesar Rp. 483 miliar. Kredit mencapai Rp. 504 miliar atau tumbuh 8.92 % dari tahun 2024 sebesar Rp. 463 miliar.
Kemudian lanjut Maxi, terkait Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp. 345 miliar atau tumbuh 15.25 % dari tahun 2024 sebesar Rp. 299 miliar. Penyertaan modal Pemda Kabupaten Matim Rp 100 miliar lebih, dan terbesar ke-5 dari semua kabupaten terhitung juga di dalamnya pemerintah Provinsi NTT. (*/JeFF)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











