Ia juga menegaskan pentingnya manajemen keuangan yang baik bagi penerima KUR, agar dana yang diperoleh benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan tidak berujung pada kredit macet. Hal ini menjadi perhatian utama untuk memastikan keberlanjutan program KUR yang akan dijalankan.
Saat ini, katanya, Bank NTT telah memiliki program Kredit Merdeka yang menyasar UMKM, namun plafon kreditnya masih terbatas maksimal Rp10 juta. Dengan adanya KUR, diharapkan pembiayaan bagi UMKM dapat lebih besar, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di NTT.
“KUR ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan usaha kecil yang selama ini terbatas akses pendanaannya. Kami berharap ke depan, dengan KUR, sektor UMKM bisa semakin berkembang dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Frans Boli Tobi.
Dengan rencana ini, Bank NTT optimistis bahwa sektor UMKM di NTT bisa kembali mendapatkan akses permodalan yang lebih luas. Diharapkan, para pelaku usaha dapat lebih leluasa dalam mengembangkan bisnis mereka, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi di wilayah NTT.
Keberlanjutan program ini juga akan bergantung pada kerja sama antara Bank NTT, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha. Dengan manajemen kredit yang lebih baik dan dukungan dari berbagai pihak, KUR dapat menjadi solusi strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM di NTT.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











