ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Selamat Datang PSP Bank NTT

Avatar photo
Reporter : JEFFRY TAOLINEditor: ADMIN
  • Bagikan

Mengapa dilakukan? Sebab posisi Bank NTT saat ini sedang melakukan KUB dengan Bank Jatim. Tentu hal ini akan menjadi penilaian sendiri dari pihak Bank Jatim. Sebab sebagai bank yang sedang melakukan KUB, Bank Jatim pasti akan meminta agar Bank NTT menyiapkan kantor fungsional Bank NTT di Surabaya baik itu dalam bentuk Kantor Kas atau Cabang.

Keenam, PSP dan para pemegang saham harus mengambil langkah cerdas dan tegas dalam forum RUPS terkait beberapa persoalan hukum yang dialami pihak Bank NTT. Beberapa kasus tersebut antara lain Kasus Pembelian MTN yang merugikan Bank NTT Rp 50 Miliar [Temuan BPK 2020] yang sementara ditangani jaksa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
ads
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Audit menyeluruh terhadap kegagalan kasus Kredit TPJS. Kasus panjar Rp 1.5 Miliar dalam Perayaan Hari Lahir Pancasila di EndeTahun 2022, yang sampai saat ini ‘Gelap Gulita”. Kasus kredit Pundi Mas untuk program paronisasi yang menelan anggaran puluhan bahkan rartusan miliar, yang sangat membebankan Bank NTT lewat pembentukan CKPN seiap tahun buku yang nilainya sampai puluhan milliar.

Baca Juga :  Gubernur NTT Terpilih Fasilitasi Pertemuan Bank NTT dan Kementerian Perekonomian

Inilah enam point uyang bisa disampaikan kepada Pemegang Saham Pengendali dan para Pemegang Saham Bank NTT untuk menjadi agenda mendesak dalam RUPS reguler yang mungkin diadakan pada maret atau April 2025.

Lalu bagaimana PSP harus bersikap? Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Gubernur NTT yang juga PSP Bank NTT tentu sudah mencermati kinerja dari Bank NTT saat ini. Saran penulis cukup simple dalam menyikapi persoalan yang ada. “Bapak Gubernur NTT harus menanggalkan kepentingan politik dalam melihat dan mencermati persoalan di Bank NTT saat ini”.

Sebab salah ambil keputusan akan berakibat fatal terhadap resiko kesehatan Bank NTT. Belajar dari pengalaman kali lalu dimana pengurus maupun direksi diduga tersandera dengan kepentingan pemegang saham yang berakibat pada menurunnya performa capaian bisnis Bank NTT. Tentu Gubernur NTT saat ini tidak akan mengulangi hal yang sama.

Baca Juga :  Gubernur Pastikan Segera Lantik Pengurus Bank NTT Terpilih

“Bapak Gubernur NTT Harus standing on The Track bahwa penilaian fair akan evaluasi terhadap kinerja pengurus berdasarkan capaian laba atau keuntungan bisnis Bank,”. Sebagai catatan, bisnis bank adalah bisnis soal untung rugi. Cara lakukan evaluasi lewat Laporan Keuangan Neraca Laba Rugi. Hal pertama dilihat adalah struktur Laporan Keuangan Bank NTT.

“Bapak Gubernur harus  harus segera minta pihak KRN untuk melakukan proses seleksi kepengurusan Bank NTT yang baru”. Sebab kelengkapan kepengurusan sangat penting dalam kaitan dengan melengkapi salah satu indikator dalam sistim GCG [ Good Corporate Governance, yaitu prinsip-prinsip yang diterapkan perusahaan untuk mengatur tata kelola perusahaan yang baik]. Hal ini juga diamanatkan dalam POJK untuk menentukan tingkat kesehatan bank. Ini hal wajib yang segera mungkin dilakukan.

Baca Juga :  Program e-office Bank NTT Memperlancar Kinerja Operasional

Sejauh ini performa kepengurusan sangat baik dengan indikasi peningkatan laba pada akhir tahun, bahkan peningkatan ini sejak RUPB Bank NTT Mei 2024 sangat signifikan dengan perbandingan YoY [Year On year] pada bulan yang sama di tahun 2023. Kesimpulannya bahwa kepenfurusan ini sangat baik dan berhasil.

Bank NTT adalah salah satu urat nadi penggerak perekonomian di NTT. Apabila semangat Gubernur NTT “Ayo Bangun NTT” yang terkonsep secara baik mampu dielaborasi oleh semua pihak, maka NTT akan lebih baik dari tahun kemarin. Kendali ada di tangan anda Bapak Gubernur. Selamat Datang PSP Bank NTT.

Penulis : Jeffry Taolin [Nasabah Bank NTT]

  • Bagikan