Disampaikan Bupati Belu, pengembangan wilayah ketahanan pangan dilakukan setelah terlebih dahulu melakukan pendataan lahan tidak produktif untuk dikelola menjadi lahan produktif. Hal itu dilakukan untuk membangkitkan sektor pertanian yang bermuara pada peningkatan ketahanan pangan.
“Kita olah lahan yang ada sesuai kapasitas kemampuan air disini. Sehingga kita perlu duduk bersama untuk berbicara bentuk pengelolaannya bersama pihak TNI,” ujar Bupati Belu.
Bupati Belu juga meminta kepada dinas teknis agar mempercepat pengolahan lahan dilokasi tersebut dengan melibatkan kelompok-kelompok tani yang ada.
“Saya lihat dilokasi ini, airnya sudah ada, rumah sudah ada, tinggal turunkan traktor untuk olah lahan disini. Jika temui kendala segera cari solusi, karena ini untuk kepentingan masyarakat. Di lokasi ini juga sangat cocok untuk tanam jagung dan kacang-kacangan,” tandasnya. [adv/tri 2]
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











