Adapun “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.
Disampaikannya pula bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini berbeda dari era perjuangan fisik melawan penjajah. Tantangan masa kini meliputi upaya melawan kemiskinan dan kebodohan yang masih membelenggu sebagian masyarakat.
“Semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan kemakmuran yang inklusif,” ucap Plt Bupati Belu saat membacakan amanat Menteri Sosial.
Plt Bupati Aloysius Haleserens juga menekankan pentingnya menjaga api perjuangan tetap menyala di segala bidang kehidupan, demi mengangkat martabat bangsa Indonesia di pentas dunia. Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai luhur para pahlawan pendahulu.
Proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun, hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











