Pada fungsi intermediasi, Bank NTT juga mencatatkan hasil yang menggembirakan. Penyaluran kredit tumbuh 8,35 persen menjadi Rp13,84 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) melonjak 14,97 persen menjadi Rp15,10 triliun.
Dari sisi rasio keuangan, loan to deposit ratio (LDR) berada di level 91,69 persen, masih berada dalam rentang ideal 78-92 persen. Kondisi itu menunjukkan likuiditas Bank NTT tetap terjaga dengan baik sekaligus mencerminkan penyaluran kredit yang masih seimbang terhadap dana yang dihimpun.
Sementara itu, NIM turun menjadi 4,66 persen seiring meningkatnya biaya dana, sedangkan BOPO naik tipis menjadi 89,25 persen yang menandakan masih adanya ruang untuk meningkatkan efisiensi.
Rentabilitas Bank NTT menunjukkan gambaran yang cukup menarik. ROE meningkat dari 4,97 persen menjadi 6,15 persen, yang mengindikasikan kemampuan manajemen dalam mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan semakin baik.
Meski ROA turun dari 1,17 persen menjadi 0,98 persen, lonjakan laba bersih, pertumbuhan DPK yang melampaui industri, kualitas kredit yang tetap sehat, serta keberhasilan menekan beban operasional menjadi faktor utama yang mendorong kinerja positif Bank NTT sepanjang semester pertama 2026.***Jeff
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










