KUPANG,flobamorata.com— Akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak cukup hanya dengan mengetahui cara mendapatkan pembiayaan. Bank NTT mendorong masyarakat memahami literasi keuangan terlebih dahulu agar keputusan mengambil kredit disesuaikan dengan kemampuan membayar dan digunakan untuk kegiatan produktif.
Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius R.A. Geong, mengatakan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan menjadi hal penting sebelum masyarakat menggunakan fasilitas perbankan, termasuk KUR.
“Sebelum orang tahu kredit, dia harus mengerti literasi keuangan. Agar dia bisa berhubungan dengan bank,” kata Alo kepada wartawan di Kupang, Senin14 Septembe 2026
Menurut Alo, KUR bukan sekadar fasilitas pinjaman. Pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan apabila digunakan secara tepat dan sesuai dengan kemampuan finansial penerima.
Sebaliknya, keputusan mengambil pinjaman tanpa memperhitungkan kemampuan membayar dapat menimbulkan persoalan baru bagi debitur.
“KUR yang disediakan bank maupun koperasi harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan membuat masyarakat terjebak dalam utang yang tidak mampu mereka selesaikan,” ujarnya.
Untuk memperluas pemahaman masyarakat, Bank NTT menjalankan program literasi keuangan melalui berbagai kelompok dan organisasi masyarakat.
Bagi Bank NTT, organisasi menjadi salah satu saluran untuk menjangkau masyarakat dalam jumlah lebih luas. Edukasi keuangan, kata Alo, tidak hanya berkaitan dengan pengenalan produk kredit, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara bertanggung jawab.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











