Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan KUR, tetapi juga berbagai produk dan layanan perbankan lainnya. Pendekatan tersebut dilakukan agar calon nasabah dapat memilih layanan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Bank NTT juga berupaya mengubah pandangan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Bank tidak hanya diposisikan sebagai tempat memperoleh pinjaman, tetapi juga sebagai mitra untuk menabung, mengelola keuangan, dan mengembangkan usaha.
Pelibatan organisasi dalam program literasi keuangan dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi. Melalui satu kegiatan, informasi dapat disampaikan kepada masyarakat dalam jumlah besar.
Meski demikian, jumlah peserta bukan satu-satunya indikator keberhasilan program. Bank NTT berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat berlanjut pada perubahan perilaku dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan pembiayaan.
Melalui perluasan edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami produk dan layanan keuangan serta mampu menyesuaikan kebutuhan pembiayaan dengan kemampuan finansial.
Dengan pemahaman tersebut, KUR diharapkan tidak sekadar menjadi akses terhadap pembiayaan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.***taolin
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











