Keinginan untuk lebih memperluas wawasan membawanya ke Roma, tempat ia berhasil meraih gelar Lisensiat di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Gregorian pada 1979. Pendidikan di salah satu pusat intelektual Katolik dunia ini tidak hanya membentuknya sebagai seorang cendekiawan tapi juga sebagai pemikir yang kritis.
Kembali ke Tanah Air, ia ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 18 Desember 1974 di Manado. Dengan pelayanan imamat yang dimulai di tengah masyarakat Manado, ia tidak hanya fokus pada tugas-tugas liturgis tetapi juga pada aspek sosial keagamaan.
Puncak pelayanannya dalam hierarki Gereja tercapai ketika ia ditahbiskan menjadi Uskup Kupang pada 27 Juli 1997, dan beberapa bulan kemudian, pada 10 Oktober 1997, ia diangkat menjadi Uskup Agung Kupang. Dalam kapasitas ini, Petrus tidak hanya menjadi pemimpin rohani tetapi juga seorang pembawa perubahan sosial, mengadvokasi keadilan, perdamaian, dan pembangunan masyarakat.
Di Unio Indonesia, Petrus memegang berbagai peran dari anggota hingga penasihat, menunjukkan komitmennya pada koordinasi dan penguatan kegiatan keagamaan Katolik di Indonesia. Melalui semua peran yang telah dijalaninya, ia telah memberikan sumbangsih besar dalam dialog antaragama, pembangunan sosial, dan pendidikan, membentuk generasi penerus yang berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











