Menurut Rahmat, CSR dimaknai sebagai cara untuk mengembalikan sebagian manfaat pertumbuhan laba bank kepada lembaga-lembaga yang menjaga nilai kemanusiaan, pendidikan, dan moralitas.
Bank NTT memandang bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan nilai etika dan spiritualitas.
Dalam konteks tersebut, seminari dinilai sebagai salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian kepada sesama.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT atas rekomendasi dan perhatian yang diberikan sehingga penyaluran CSR dapat tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan pembinaan nilai dan karakter di daerah.
Selain itu, Rahmat kembali menegaskan komitmen Direksi Bank NTT untuk melakukan transformasi menyeluruh di tubuh perusahaan, meliputi penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, pengembangan SDM yang profesional dan berintegritas, serta penguatan teknologi digital guna menjawab kebutuhan nasabah secara lebih cepat dan efisien.***JeFF
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











