“Dari data tersebut maka dapat kita ketahui bahwa produksi beras di Malaka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita dapat dihitung. Dimana dari 22.358 Ton dikurangi produksi beras di Malaka sebanyak 22.072 ton maka kita masih mengalami kekurangan 286 ton beras untuk memenuhi kebutuhan beras untuk masyarkat kita,” jelasnya.
Keseluruhan data yang dipaparkan tersebut, ungkap Kadistan Malaka, apabila dicerati dengan benar maka dapat kita Tarik benang merah akan konsep Swasembada Pangan yang diprogramkan oleh Bupati Malaka, DR. Simon Nahak.
Dimana khusus untuk program Brand Beras Nona Malaka, pada MT1 Tahun 2002 dari seluas 3500 Ha, dengan Produktivitas 4,67 ton per hektar, maka total gabah kering giling yang dihasilkan sebanyak 16.345 Ton yang kalau dikonversi ke beras menjadi 10.255 Ton untuk produksi Beras Nona Malaka.
“Artinya dari total keseluruhan 22.072 ton hasil produksi beras oleh masyarakat Malaka, terdapat 10.255 ton yang diintervensi pemerintah untuk menunjang produksi Beras Nona Malaka,”ungkapnya.
Berdasarkan data yang diterima redaksi hingga 11 Oktober 2023, terdapat 54.10 Ton Beras Nona Malaka yang sudah beredar di masyarakat dari produksi yang dilakukan pihak offtaker. Hasil ini akan terus bertambah sebab total gabah yang di timbang oleh offtaker dari petani sebanyak 196 Ton, yang dibeli dengan harga Rp. 5.500 per kilogram saat ini sedang berproses di offtaker.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











