Bupati Taolin menambahkan dengan menanam tanaman hortikultura petani dapat membantu menekan angka inflasi di NTT khususnya di Kabupaten Belu. Sebagian wilayah Kabupaten Belu adalah sentra produksi tanaman hortikultura, hal ini juga dapat menekan angka inflasi di NTT, termasuk kita ekspor ke Timor Leste.
“Kehadiran kita disini adalah untuk memotivasi para petani, sekaligus
mendengarkan keluhan tentang kebutuhan mereka. Disini masih dibutuhkan pompa air dan pupuk sesuai permintaan masyarakat. Mudah-mudahan masalah yang masyarakat hadapi bisa teratasi demi mewujudkan masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif,” ujar Bupati Agus Taolin.
Bupati Agus Taolin berharap agar pada musim tanam kedua (MT2) nanti, bisa memberikan hasil yang baik agar para petani tidak lagi mengalami ancaman rawan pangan.
Di musim tanam pertama (MT1) ini kita mengalami kegagalan hampir 90%, tetapi Puji Tuhan untuk tanaman jagung sebagian besar berhasil. Karena itu di MT2 ini kita harus bekerja lebih keras lagi.
“Saya minta kepada para penyuluh lapangan untuk bekerja ekstra membantu petani dilapangan, agar pada MT2 ini walaupun hanya 50% terpenuhi namun sudah bisa mengatasi kemungkinan adanya ancaman rawan pangan di Kabupaten Belu,” sebut Bupati Agus Taolin.[*Adv/Tri 2]
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











