Pada kesempatan itu juga, Bupati Belu menghimbau agar masyarakat atau para petani dapat menyediakan bahan baku atau menanam jagung sebanyak-banyaknya sesuai dengan kapasitas lahan yang ada.
“Masih banyak lahan kosong milik masyarakat yang belum diolah, termasuk lahan-lahan milik pemerintah. Kita akan berkoordinasi untuk melakukan penanaman jagung sehingga bisa suplai bahan baku ke pabrik ini,” katanya.
Sementara itu dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Prof. Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D menjelaskan bahwa, keterlibatan dirinya dalam pembangunan rumah produksi pakan ternak ini atas undangan dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu.
“Kami ada tim yang merancang gedung ini beserta semua peralatan apa saja yang ada di dalamnya,” ucap Profesor Lusje Nale.
Disampaikan pula, Gedung Mini Pabrik Rumah Pakan yang bersumber dari dana DAK ini akan memproduksi kurang lebih 5 ton pakan per hari. Selain rumah pakan, ada juga ruang produksi, ruang penyimpanan bahan baku, ruang penyimpanan pakan, ruang laboratorium, ruang kantor dan ruang-ruang UMKM. Tidak hanya itu, ada juga ruang uji coba pakan sebelum pendaftaran dan sertifikasi untuk didistribusikan atau di komersilkan.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











