Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, sebagai Ketua DPD Partai Gerindra NTT sudah tegas menyatakan bahwa setiap pengurus, kader anggota dan simpatisan wajib untuk mengamankan keputusan partai untuk kepentingan Pilkada 2024. Bagi yang melawan dan tidak amanakan keputusan partai maka sanksi berat akan diberikan.
“ Secara tegas saya minta para pengurus dan kader Partai Gerindra di DPD Maupun DPC seluruh NTT wajb amankan keputusan partai. Kalau tidak maka kita akan berikan sanksi dan hukuman yang berat bagi yang melawan,” ujanrnya kepada wartawan di Kupang Sabtu, 24 agustus 2024.
Hal senada juga disampaikan oleh Fernando Jose Lemos Osorio Soares, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT. Dirinya megatakan bahwa sanksi terberat yang akan diberika kepada anggota yang tidak amankan kebijakan partai adalah pemecatan.
“Paling berat itu adalah pemecatan kepada yang bersangkuan apabila tidak amankan keputusan partai,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 24 agustus 2024 usai penyerahan surat dukungan para pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati seluruh NTT yang akan bertarung di Pilkada serentak 2024.
Hal demikian juga berlaku di Partai Nasdem. Usai pasangan DR. Simon Nahak dan Felix Bere Nahak, S.Pt sebagai kandidat pasangan bakal calon untuk maju dalam Pilkada Malaka pada Senin, 19 Agustus 2024. Menurut Alex Ofong, Ketua Bapilu Partai Nasdem NTT, keputusan DPP Partai Nasdem merupakan keputusan tertinggi yang wajib dijalankan oleh semua anggota, kader dan simpatisan.
“Keputusan DPP untuk berikan mandan dan dukungan kepada Simon Nahak dan Felix Bere Nahak untuk maju di Pilkada Malaka adalah keputusan final. Maka itu setiap kader wajib untuk amankan keputusan tersebut dan jalankan dengan baik. Apabila tidak indahkan maka kita akan berikan sanksi kepada anggota dan kader yang bersangkutan sesuai aturan partai,” ungkapnya.
Penagasan dari pengurus partai Gerindra dan Nasdem Provinsi NTt tersebut sejatinya adalah warning atau peringatan kepada seluruh anggota partainya. Menjadi pertanyaan mendasar bagaimana sikap dari Petrus Bria Seran dan Fransiskus Xaverius Taolin dalam menyikapi warning tersebut. Apakah melawan atau patuh?
Kalau melawan tentunya wajib menerima sanski dari aturan organisasi yang mungkin bisa jadi pemecatan. Kalaupun terima maka wajib dijalankan dengan evaluasi ketat akan jerja politik dalam memenangkan pasangan DR. Simon Nahak dan Felix Bere Nahak, S.Pt sebagai kandidat pasangan bakal calon untuk maju dalam Pilkada Malaka 2024.
Plihan ada pada mereka. Tidak ada istilah main kucing kaleng atau diam mencari aman. Sebab seluruh mata terutama lawan baik itu lawan politik dari kandidat lain maupun sesama kader akan terus memantau pergerakan kedua sosok tersebut. Salah langkah dan salah ucap akan berakibat fatal. Politik itu memang kejam. Bahkan politik itu mempunyai instrumen untuk memaksa setiap kader dan anggota wajib tunduk dan patuh. Silahkan merenung kemudian mengambil sikap yang bijak. Salam++++
PENULIS : JEFFRY TAOLIN [Pemimpin Redaksi www.flobamorata.com]
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











