ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Jangan Jadi Politisi Manja

Avatar photo
Reporter : ADMINEditor: ADMIN
  • Bagikan

Tetapi itulah DR. Simon Nahak. Dirinya politisi dengan hati yang lapang serta welas asih. Dirinya sosok yang mungkin belajar dari pepatah  Lao-Tse “Petarung Terbaik Adalah Petarung Yang Tidak Pernah Marah”.

Saya menduga DR. Simon Nahak mungkin hanya menganggap pernyataan itu hanya sebagai bentuk sikap emosi bahkan manja dari seorang Jonathan Nubatonis sebagai politisi yang kebetulan memegang jabatan Ketua DPW Partai Perindo NTT.

Scroll kebawah untuk lihat konten
ads
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Saya lantas mencari akar soal yang mungkin menjadi pemicu dari keluarnya tuduhan Jonathan Nubatonis kepada DR. Simon Nahak. Namun lagi-lagi saya tidak menemukan hal substansial dari persoalan ini. Yang ada hanya semacam curhat dari Jonathan Nubatonis bahwa DR. Simon Nahak “Berganti Baju Politik” dari Perindo ke PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Permaper Malaka Desak Bawaslu Respon Laporan Warga

Apa benar DR. Simon Nahak Berganti Baju Politik? Apa DR. Simon Nahak sebelumnya kader dan pengurus Partai Perindo? Atau hanya sebatas simpatisan dan mengikuti tahapan proses pencalonan anggota legislatif pada Pemilu 2019 seperti pada umumnya caleg kebanyakan dengan syarat dan kewajiban yang sudah diselesaikan. Kalaupun ada komitmen tentu ada risalah tertulis atas dasar komitmen itu bukan sekedar bicara.

Sejauh ini DR. Simon Nahak tidak melakukan klarifikasi atas tuduhan tersebut. Sebab seperti dugaan saya, DR. Simon Nahak mungkin lebih fokus mengurus hal yang berfaedah ketimbang melayani curhat politik yang biasa-biasa saja.

Namun ada artikel menarik terkait soal ini yang saya dapat dari media suara rakyat indonesia. Dalam tulisan tersebut ada pernyataan Thomas Seran, caleg DPRD Kabupaten Malaka asal Partai Perindo yang mengatakan Dr. Simon Nahak, sudah menjalankan kewajibannya selama berproses di Partai Perindo tahun 2019 silam. Bahkan sosok DR. Simon Nahak disebut sebagai sosok yang beretika secara politik.

Baca Juga :  Gerindra Resmi Dukung SN FBN untuk Pilkada Malaka

Bahkan Thomas Seran menyindir soal  kewajiban apa yang belum dijalankan sehingga dicap meninggalkan Partai Perindo. Sebab DR. Simon nahak bukan kader Partai Perindo. Bahkan saat meninggalkan urusan politik dengan Perindo, DR. Simon Nahak bersurat secara resmi.

Setelah saya temukan jawaban tersebut, saya kemudian menjadi geli dan tertawa lucu. Mengapa Ketua DPW Perindo NTT tidak menjelaskan soal Surat DR. Simon Nahak secara resmi yang meninggalkan semua urusan politik dengan Partai Perindo. Semakin geli lagi mengapa sekarang disaat Proses Pilkada sedang berlangsung baru hal ini muncul? Kenapa saat DR. Simon Nahak menjadi kader PDI Perjuangan narasi ini tidak dimunculkan?

Baca Juga :  KPUD Malaka Buka Pendaftaran Calon Anggota PPK

Itulah Politik. Banyak karakter manusia akan kita temui saat musim politik seperti ini. Ada Petarung Politik yang hanya sekadarnya. Ada juga petarung politik yang manja. Ada petarung politik yang benar-benar teruji dan terukur, bahkan ada juga politisi yang kaget tiba-tiba atau tiba-tiba kaget saat lawan semakin di depan. Pembaca bisa menyimpulkan karakter para politisi tersebut.***

Penulis : JEFFRY TAOLIN, Rakyat Malaka Tinggal Di Kota Kupang

  • Bagikan