Dalam pertemuan tersebut, Bupati Simon Nahak menjelaskan beberapa capaian program yang sudah dilakukan. Antaranya Program Kartu Malaka Cerdas (KMC) atau beasiswa yang sudah dinikmati ribuan anak – anak Malaka sejak tahun 2021 tersebut.
“Saat awal memimpin Malaka, saya temukan bahwa bantuan pendidikan kepada anak-anak Malaka dikelolah tidak baik pada jaman sebelum saya. Ternyata yang mendapat beasiswa itu anak Bupati, anak Kepala Dinas serta anak -anak dari keluarga mampu. Kita lawan itu dengan kebijakan baru yakni memberikan beasiswa melalui program KMC kepada anak -anak berprestasi dan anak – anak yang benar – benar membutuhkan sentuhan dari pemerintah,” ungkapnya.
Bupati Simon Nahak juga mengajak masyarakat agar berpolitik dengan riang gembira dan tidak harus menimbulkan perselisihan antar sesama. Pilkada adalah pesta demokrasi, maka kita mengajak semua masyarakat ikut dalam pesta dengan saling berbagi kegembiraan, saling jujur, saling percaya, tanpa sikut menyikut, tanpa menyebarkan hoaks dan kampanye hitam.
“Dari dulu saya berprinsip bahwa berpolitik harus dengan riang gembira. Itu yang menjadi pedoman bagi saya sebagai seorang akademisi saat itu,” imbau Bupati Simon Nahak.
Laenmanen sendiri merupakan daerah yang selalu ini diklaim oleh salah satu Bakal Calon Bupati kompetitor DR. Simon Nahak sebagai lumbung suara dan basis pemilihnya. Namun faktanya, pertemuan hari Sabtu dengan sejumlah masyarakat di Meotroi menepis klaim tersebut. Bahkan masyarakat dengan Riang Gembira menyatakan akan berjuang untuk memenangkan pasangan DR. Simon Nahak dan Felix Bere Nahak, S.Pt dalam Pilkada kali ini.****
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











