Selain itu, pendampingan yang melibatkan LSM, tokoh agama, dan stakeholder terkait sebagai pendamping, dinilai sangat penting guna memastikan UMKM dapat bertumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi pada PAD.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, menegaskan bahwa Bank NTT sebagai bank daerah memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung peningkatan PAD, terutama melalui sektor UMKM.
“Kalau kita mau meningkatkan UMKM, tidak bisa hanya Bank NTT yang bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Yohanis.
Ia menyebut, Bank NTT dituntut untuk memberi kontribusi yang besar, terhadap target PAD Rp2,8 triliun. Target besar ini hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bergerak bersama dalam satu visi.
“Kami sangat menantikan masukan dan hal-hal positif dari berbagai pihak untuk meningkatkan pembinaan UMKM. Semua itu harus terbungkus dalam tata kelola yang baik, agar visi misi pemerintah sejalan dengan peran Bank NTT sebagai agent of development, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnyta.
Kolaborasi lintas sektor, akses permodalan, pendampingan, serta edukasi digital dan keuangan menjadi pilar penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi daerah secara inklusif. **JeFF
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











