Tidak hanya pada aspek infrastruktur, Bank NTT juga akan memfokuskan penguatan kualitas sumber daya manusia. Charlie mengatakan peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan dan penguatan budaya kepatuhan menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan perusahaan.
“Kami ingin meningkatkan kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan melalui berbagai pelatihan. Selain itu, budaya kepatuhan terhadap seluruh peraturan juga terus diperkuat agar tata kelola perusahaan semakin baik,” jelasnya.
Charlie juga menekankan pentingnya jiwa kewirausahaan bagi para pimpinan kantor cabang. Menurutnya, sebagai lembaga bisnis, Bank NTT harus mampu menggali potensi ekonomi di setiap daerah agar pertumbuhan usaha dapat terus meningkat.
“Pimpinan cabang harus memiliki kreativitas melihat peluang bisnis sesuai potensi daerah masing-masing. Mereka yang paling memahami kondisi wilayahnya sehingga mampu menghadirkan inovasi untuk mengembangkan bisnis Bank NTT,” katanya.
Untuk tahun 2026, Bank NTT menargetkan mampu menyetor dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp37 miliar.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










