“Kami juga akan melakukan pembenahan agar organisasi lebih ringkas dan tanggung jawab setiap bagian lebih jelas,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Charlie Paulus memastikan bahwa kerja sama KUB dengan Bank Jatim telah tuntas. Bank Jatim resmi menyetor penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar kepada Bank NTT pada 30 September 2025 malam, menandai finalisasi kerja sama yang telah lama dibahas.
Terkait deviden, Bank NTT menargetkan laba tahun buku 2026 mencapai sekitar Rp 262 miliar, yang nantinya akan didistribusikan kepada para pemegang saham sesuai porsi masing-masing. Sementara untuk tahun 2025, laba kotor diperkirakan berada pada kisaran Rp 204 miliar.
Dengan serangkaian langkah strategis ini, Bank NTT diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai bank daerah yang sehat, profesional, dan memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur.+++JeFF
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











