KUPANG,flobamorata.com- Bank NTT kembali mencacatkan laba atau bukukan laba sebesar Rp 81,20 Miliar hingga Juni 2026 dalam tahun buku berjalan. Capaian ini dibilang bertumbuh secara baik jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp 61,54 Miliar atau mengalami kenaikan 31,94 persen.
Dikutip dari laporan publikasi Bank NTT pada Senin (27/7), kenaikan laba hadir di tengah pertumbuhan pendapatan bunga yang naik 2,71 persen menjadi Rp828,90 miliar. Tapi, di sisi lain, beban bunga meningkat lebih tinggi, yakni 22,64 persen menjadi Rp342,30 miliar. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya biaya penghimpunan dana atau cost of fund akibat persaingan likuiditas yang cukup ketat di industri perbankan.
Dampak kenaikan beban bunga membuat pendapatan bunga bersih atau net interest income Bank NTT turun 11,24 persen menjadi Rp468,60 miliar. Biar begitu, penurunan itu tak menghambat pertumbuhan laba bank ini. Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTT mampu mengoptimalkan sumber pendapatan lain serta menjaga efisiensi pada sejumlah pos biaya operasional.
Salah satu penopang utama kenaikan laba terlihat dari keberhasilan Bank NTT menekan beban operasional lainnya sebesar 10,83 persen menjadi Rp380,54 miliar. Efisiensi ini berhasil mengimbangi tekanan pada pendapatan bunga bersih sehingga ruang keuntungan tetap terbuka. Langkah ini layak diapresiasi karena mencerminkan pengelolaan operasional yang semakin disiplin dan efektif.
Pada fungsi intermediasi, Bank NTT juga mencatatkan hasil yang menggembirakan. Penyaluran kredit tumbuh 8,35 persen menjadi Rp13,84 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) melonjak 14,97 persen menjadi Rp15,10 triliun.
Pertumbuhan DPK tersebut bahkan melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang sebesar 8,1 persen pada Juni 2026 berdasarkan data OJK. Capaian ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT terus meningkat.
Komposisi DPK menunjukkan pertumbuhan terbesar berasal dari deposito yang melonjak 39,56 persen menjadi Rp8,21 triliun, disusul tabungan yang naik 11,40 persen menjadi Rp4,15 triliun. Sementara itu, giro turun 22,35 persen menjadi Rp2,73 triliun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











