Selain Bank Indonesia, Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Bunda Julie Laiskodat merupakan sosok yang memberikan andil besar terhadap kemajuan program tenun ikat Malaka. Pasalnya, Bunda Julie adalah orang yang memberi support kepada para penenun kabupaten Malaka, dengan membeli lebih 100 lembar hasil tenun ikat Malaka pada kunjungan beberapa waktu lalu. Dari kejadian ini, masyarakat sadar bahwa tenun ikat Malaka memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
“ Saya kemudian memberi motifasi untuk para ibu rumah tangga, tidak harus monoton bekerja mengurus rumah tangga, anak dan suami. Tetapi harus ada kegiatan lain seperti menenun yang bisa dilakukan setiap hari. Sisikan waktu dua atau tiga jam untuk menenun. Setiap hari kalau rutin, saya yakin dalam waktu dua minggu sampai sebulan bisa menjadi satu selembar kain,” ujarnya.
Dengan konsep demikian, dirinya berharap agar lewat kegiatan menenun mereka bisa tingkatkan pendapatan keluarga, ekonomi meningkat, bahkan bisa kebutuhan makanan bergisi guna menekan angka stunting yang menjadi momok di NTT.
Namun demikian, hasil dari produk tenun ikat malaka tidak luput dari kritik, saran serta masukan. Kritik dan saran yang membangun terkait motif dan pewarnaan, menjadi referensi point penting bagi pihak TP PKK dan Dekranasda kabupaten Malaka untuk berbenah.
Terhadap masukan dan kritik dan saran yang diberikan, Bunda Maria bersama tim di Dekranasda kemudian merumuskan metode pelatihan yang lebih baik kepada seluruh kelompok penenun. Konsepnya sederhana. Lewat edukasi yang baik serta rutin, pihaknya mengarahlan mereka untuk menciptakan kreasi warna yang diminati pasar.
Selain kreasi warna, kualitas dari hasil tenun ikat juga menjadi perhatian utama. Dengan hasil yang padat serta tidak berjarang, dipadu dengan pewarnaan yang baik tanpa menghilangkan nilai historis dan ilosofi dari motif, menjadi garansi mutlak agar produk tenun ikat Malaka bisa diterima pangsa pasar.
TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Malaka, tentu hanya sebatas alat bagi masyarakat Kabupaten Malaka dalam mengapai mimpi dan asa. Penghargaan yang diterima saat APKASI Otonomi Expo 2022 yang lalu, menunjukan bahwa perlahan dengan pasti mimpi para pengrajin tenun di Kabupaten Malaka bisa terwujud.
drg. Maria Martina Nahak hanya menjadi sosok penggerak yang fokus untuk kemajuan rakyat Malaka. Namun keberanian rakyat Malaka untuk bergerak menuju perubahan yang lebih baik, akan menjawab mimpi dan asa yang sebenarnya. Sudah saatnya Rakyat Malaka “Merajut Asa Dan Menenun Impian” bersama TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Malaka.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











