Penyesuaian tersebut dilakukan melalui Business Continuity Plan (BCP), termasuk terkait jam pelayanan maupun lokasi sejumlah unit kerja. Langkah itu dilakukan agar pelayanan perbankan tetap dapat diberikan kepada masyarakat meskipun berada dalam situasi darurat.
Rahmat mengatakan, masyarakat tetap membutuhkan layanan perbankan meskipun sedang menghadapi bencana. Karena itu, Bank NTT berupaya menjalankan pelayanan kepada nasabah sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.
“Tidak ada pilihan antara melayani nasabah atau membantu masyarakat. Keduanya harus berjalan,” katanya.
Rahmat mengatakan, keberadaan Bank NTT di tengah masyarakat tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap bank milik pemerintah daerah tersebut.
Menurut dia, masyarakat selama ini menggunakan layanan Bank NTT untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menabung, bertransaksi, mengirim uang hingga memperoleh layanan keuangan lainnya.
Karena itu, ketika masyarakat menghadapi bencana, Bank NTT berupaya tetap berada di tengah masyarakat melalui pelayanan perbankan dan dukungan kemanusiaan.
“Bank NTT tumbuh karena masyarakat NTT. Karena itu, ketika masyarakat membutuhkan, Bank NTT harus hadir. Bank NTT tetap beroperasi, tetap melayani, dan tetap peduli,” pungkas Rahmat.***Taolin
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











