KUPANG,flobamorata.com- Selama tahun buku 2024, manejemen PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT mencatat prestasi gemilang. Selain peningkatan pada sektor laba, sektor kredit juga mengalami pertumbukan postif selama tahun 2024.
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi pada 31 Desember 2024 usai melakukan tutup buku, tercatat sektor kredit mencapai angka Rp 12.7 triliun. Dimana kredit tersebsar berasal dari sektor kredit konsumtif sebesar Rp 10.8 triliun, Investasi Rp 677 miliar dan modal kerja sebesar 1.2 Triliun.
Sedangkan untuk laba Bank NTT langsung mencatat laba sebesar Rp 240 Miliar. Capaian ini meningkat 45,94 persen atau Rp 85 miliar dari tahun sebelumnya, 2023. Sementara itu DPK (Dana Pihak Ketiga) terhitung hingga September 2024 mendapai Rp 13,770 triliun, tabungan Rp 3,59 triliun, deposito Rp 5,42 triliun.
Inovasi digitalisasi misalnya, Bank NTT meluncurkan layanan-layanan berbasis digital, seperti aplikasi perbankan dan sistem pembayaran modern yang semakin mendekatkan bank ini kepada masyarakat dan meningkatkan efisiensi layanan.
Layanan mobile banking juga mengalami pertumbuhan 78.49% (yoy), dari target transaksi diproyeksikan 6.1 juta meningkat menjadi 6.8 juta transaksi, dengan pengguna mobile banking mencapai 114.547 pengguna. Transaksi melalui kanal ATM dan CRM meningkat 1.52% (yoy), sedangkan transaksi mencapai 74.84%. Hal ini dipengaruhi pertumbuhan positif layanan mobile banking.
Layanan di EDCM merchant tumbuh 25.63% (yoy) dengan capaian atas target 81.08%. Layanan Agen Dia – Bisa tumbuh 15.60% (yoy) dengan capaian atas target 61.89%. Layanan merchant QRIS tumbuh 45.74% (yoy) dengan capaian atas target 109.46%.
Selain itu ada peningkatan layanan digitalisasi, di tahun 2025 Bank NTT akan meningkatkan layanan Internet Bank dan Kartu Kredit Indonesia yang izin operasionalnya telah diperoleh tahun 2024 sesuai dengan segment produk yang telah ditetapkan.
Bank NTT juga sangat mendukung dan terus memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah, melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Memberikan akses pembiayaan dengan syarat ringan bagi pelaku usaha ultra mikro. Pada 2024, KUMU telah didanai lebih dari 10.000 pelaku usaha dengan total plafon Rp 150 miliar. Tahun 2025, target yang dipatok adalah meningkatkan akses ini hingga 15.000 pelaku usaha dengan plafon Rp 200 miliar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











