“Saya minta para ASN dapat memberikan edukasi dan contoh kepada masyarakat Belu dalam penggunaan sistem digital ini dalam transaksi keuangan. Kita juga berharap agar Bank Indonesia ke depan terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Belu dalam penerapan SP-Ritel di Kabupaten Belu,” ujar Wabup Belu.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi ini selaras dengan arah perubahan yang semakin digital dalam rangka mendukung kebijakan sistem pembayaran yang pro-growth.
“Kegiatan ini juga dalam rangka menjaga kedaulatan rupiah. Dengan menggunakan Rupiah pada setiap transaksi, maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada Rupiah. Sehingga kalau ada mata uang asing harus di tukar dulu di Bank atau money changer, baru melakukan transaksi,” tuturnya.
Dirinya juga mengajak perbankan untuk bersinergi mewujudkan kedaulatan rupiah hingga ke Desa-desa di wilayah perbatasan ini. Prasetya juga meminta kesadaran dari para pengusaha dan masyarakat terutama di kawasan perbatasan untuk memiliki kesadaran tentang kewajiban penggunaan rupiah tersebut. (Adv)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











