KUPANG,flobamorata.com- Kualitas garam dari Sabu Raijua bukan isapan jempol belaka. Memiliki kualitas premium dengan kadar natrium klorida (NaCl) mencapai 98,23 persen, garam Sabu Raijua diminati empat perusahan besar berskala nasional.
“Saat ini ada empat perusahaan yang sedang mencari garam dari Sabu Raijua. Karena banyak yang ingin membeli sehingga kita berupaya memenuhi permintaan mereka secara adil. Kita tidak mau mereka pulang dengan tangan kosong, setelah mereka sampai di Sabu Raijua,” ujar Penasehat PT. Nataga Raihawu Industri (NRI), Marthen Dira Tome pada Selasa, 17 September 2025 di Kupang.
Empat perusahaan yang saat ini sedang berburu garam dari Sabu Raijua adalah PT. Cheetam, PT. Susanti Mega yang punya garam kapal, PT. Garindo dan PT. Unichen. Marthen mengakui, banyaknya permintaan karena kualitas garam dari Sabu Raijua termasuk garam jualitas super.
“Jadi kalo garam dari Sabu Raijua itu sudah tembus pasar nasional sudah dari dulu. Tahun 2025 saja kita sudah kirim puluhan ribu ton. Kondisi riil hari ini kita baru selesai muat di tol laut 500 lebih ton. Sebelumnya sudah diangkut 10 ribu ton milik PT. Cheetam. Mulai hari Senin muat lagi 2000 ton milik PT. Susanti Mega yang punya garam meja cap kapal dan akan disusul dengan PT Garindo dan Unichen,” papar Marthen.
Maerthen Dira Tome mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menutup kran impor garam dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2025. Ini menandai komitmen kuat untuk mewujudkan swasembada garam tahun 2027 dan meningkatkan usaha pergaraman dalam negeri. Dengan demikian, kebutuhan garam nasional harus dipenuhi oleh tambak-tambak dalam negeri, membuka peluang besar bagi provinsi-provinsi yang memiliki potensi besar dalam produksi garam.
Bupati pertama di Kabupaten Sabu Raijua itu menegaskan, Nusa Tenggara Timur, dengan iklim semi aritnya yang menawarkan musim panas lebih lama, menjadi salah satu wilayah yang sangat potensial untuk menjadi daerah penghasil garam. Kabupaten Sabu Raijua, dengan tambak garam yang menggunakan teknologi geomembran, telah menunjukkan hasil yang luar biasa.
“Garam yang dihasilkan bersih dan putih seperti kristal, dengan kadar Natrium Klorida (NaCl) mencapai 98%. Faktor alam yang mendukung, seperti panas yang konsisten, angin yang stabil, dan air laut yang tidak tercemar, menjadikan Sabu Raijua sebagai salah satu daerah penghasil garam terbaik,” ujar Marthen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











