“Pemerintah daerah tetap mendukung dan memberikan motivasi, sekaligus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperhatikan kesejahteraan guru-guru penggerak di wilayah perbatasan ini, karena mereka ikut serta memperbaiki sumber daya manusia dalam menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang,” ujar Plt Bupati.
Perwakilan BGP Provinsi NTT Mikaria Hutasoit, S.M mengatakan Program Guru Penggerak ini merupakan bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar yang bertujuan untuk mewujudkan Profil Belajar Pancasila, yaitu pelajar yang beriman, bertagwa kepada TYME, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong dan berwawasan global.
“Program Guru Penggerak tidak hanya membentuk guru-guru yang unggul, tetapi juga menciptakan pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan nyata di sekolah dan lingkungan sekitar,” ujar Mikaria Hutasoit.
Ia juga menjelaskan Guru Penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan di daerah dengan cara, menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.
“Kemudian mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah,” pungkas Mikaria.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











