Mengapa saya katakan demikian? Tentu saya miliki argumentasi yang sangat sederhana untuk menakar pertarungan kali ini. Paslon SN FBN dengan usungan program Lanjutkan SAKTI tentu sudah terbukti menjadi program yang berpihak pada masyarakat Kabupaten Malaka saat ini.
Dengan Program Sakti itu, DR. Simon Nahak mampu menjadi pemenang pada Pilkada 2020 lalu mengalahkan Stefanus Bria Seran yang saat itu menjadi petahana. Untuk kali ini tentunya hasilnya akan sama pula.
Paslon SBS HMS yang datang dengan mengusung program lama saat drinya masih menjabat Bupati Malaka saat itu, saya yakini tidak akan mengalahkan kesaktian Program Sakti milik DR. Simon Nahak. Alasannya sederhana, kalau Paslon SBS HMS yakin dengan program itu tentu hasil pilkada 2020 akan menempatkan dirinya sebagai pemenang bkan sebaliknya. Artinya pada tingkat adu gagasan program pasangan SBS HMS mungkin kurang populis dengan program yang ditawarkan.
Simon Nahak sebagai petarung bermental juara, tentu sudah banyak makan asam garam bagaimana bermain dengan cantik dan soft landing untuk menang. Sebab pengalaman dia sudah membuktikan itu. Tahun 2020 datang tanpa kekuasaan dengan semangat pelayanan berbasis kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, dirinya bisa menang dengan waktu persiapan yang singkat.
Tahun 2024 dengan persiapan yang sangat matang, mengalahkan sosok DR. Simon Nahak adalah hal yang sangat berat. Butuh strategi baru dan kematangan dalam kerja politik yang maksimal. Belum lagi sosok Felix Bere Nahak, S.Pt pasangan wakil DR. Simon Nahak yang sangat populer di kalangan anak muda dan jejaring aktivis tentu memberikan cara yang smart dan elegant untuk mengelola semangat mental juara menjadi pemenang kali ini.
Masyarakat Malaka harus diberi edukasi akan pentingnya mengikuti pesta demokrasi kali ini. Masyarakat harus gunakan hak politik dengan baik melalui partisipasi aktif pada 27 November 2024 nanti. Cara edukasi yang paling sederhana adalah mengajak masyarakat untuk mengunakan hak pilih secara bebas dengan Mencoblos Satu Kali saja, bukan dua maupun tiga kali. Kalau ha itu dilakukan pasti surat suara tidak sah.
Makanya sekali lagi kita ajak dan dan edukasi masyarakat kita bahwa Pilihan Coblos hanya Satu Kali saja, bukan dua apalagi tiga. Biar suara yang anda berikan sah dan anda menjadi bagian yang menentukan pemimpin Malaka selanjutnya.***
Penulis : JEFFRY TAOLIN [Wartawan Asal Malaka Tinggal di Kupang]
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











