Pemerintah mengandalkan tiga jalur distribusi sekaligus, yakni udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat menggunakan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pengiriman lebih cepat.
Sementara melalui jalur laut, tiga kapal perang TNI Angkatan Laut atau KRI telah dikerahkan ke wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan satu kapal rumah sakit yang disebut hampir tiba dan berlabuh di kawasan bencana.
Menurut Teddy, akses transportasi darat juga mulai pulih. Berdasarkan laporan Menteri Pekerjaan Umum, seluruh jalur darat di wilayah terdampak telah dapat dilalui sejak hari kedua pascabencana.
“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkapnya.
Dengan terbukanya akses darat serta dukungan armada udara dan laut, pemerintah kini memusatkan perhatian pada percepatan distribusi agar bantuan yang telah dikirim dapat segera menjangkau masyarakat di titik-titik terdampak.
Teddy mengatakan pemerintah akan terus memantau proses penanganan bencana dan distribusi bantuan di NTT. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat, relawan, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasakan manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” pungkas Teddy.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











