News From Southern Indonesian

Pengurus Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Dugaan “Makan Uang” BUMDes Di Naimana

0 831

BETUN,flobamorata.com- Dugaan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp. 98 juta pada tahun anggaran 2017 dan 2018 memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya, mantan Kepala Desa Naimana, Dominikus Knaofmone, mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal pengelolaan dana tersebut, kini giliran Ketua dan Bendahara BUMDes Naimana yang saling lempar tanggung jawab soal ini.

Bahkan Ketua BUMDes Naimana, Atnasius Bere, berdalih bahwa kesulitan pengelolaan keuangan BUMDes karena faktor Bendahara BUMDes, Arlen Otu yang kurang transparan.

“ BUMDes ini memang agak macet. Sebab kesulitan kami di bendahara. Sebab semua keuangan masuk dan keluar langsung ke bendahara tanpa sepengetahuan saya. Bahkan saya sendiri saja hendak ketemu bendahara juga sangat sulit,” ujarnya kepada www.flobamorata.com, Selasa, 28 Juli 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, uang sebesar Rp. 98 juta yang dialokasikan oleh Desa Naimana sebanyak dua tahap. Dimana tahun 2017 sebesar Rp. 50 juta dan tahun 2018 sebesar Rp. 48 juta. Untuk tahun 2017, dana tersebut digunakan untuk kegiatan simpan pinjam, sedangkan untuk tahun 2018, digunakan untuk pengadaan kursi dan tenda, serta usaha kios. Namun dari dua program ini, yang berjalan hanya simpan pinjam dan itu juga mandek, sedangkan pengadaan tenda dan kursi serta kios tidak berjalan sama sekali.

Sementara itu, Bendahara BUMDes, Arlen Out, saat ditemui terpisah mengaku bahwa kendala yang dialami pengurus, lantaran sulit untuk melakukan penagihan ke masyarakat. Pasalnya, selain alasan tidak memiliki uang, beberapa masyarakat yang memanfaatkan program simpan pinjam dari dana BUMDes, hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

“ Saya sudah minta ke mereka, tetapi mereka alasan uang belum ada. Memang keinginan kami untuk adakan tenda dengan kursi tapi karena sudah terlanjur simpan pinjam maka itu tidak kami lakukan,” katanya.

Dugaan “Makan Uang” pengelolaan dana BUMDes Naimana ini, terendus dari nihilnya laporan pertanggung jawaban oleh para pengurus. Bahkan berbagai cara sudah dilakukan oleh Penjabat Desa Naimana yang baru, Frans Nuak, yakni memanggil dan meminta klarifikasi, tetapi dalam klarifikasi tersebut, terkesan adanya keterangan yang berbelit disampaikan oleh para pengurus. Atas sikap tersebut, Frans Nuak berencana akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, guna mendapatkan kepastian jawaban atas pertanyaan masyarakat Desa Naimana terkait uang BUMDes ini. (ferdhy bria)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More