“Selain memberikan dukungan kepada rekan-rekan di Bank NTT, Bank Jatim juga ingin memastikan kepedulian kami dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sana,” ujarnya.
Ia mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim untuk hadir membantu masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana.
Dukungan dari Jawa Timur untuk masyarakat terdampak gempa di NTT juga datang melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Total bantuan yang dibawa mencapai 65,7 ton dengan nilai Rp3.006.652.875.
Bantuan tersebut terdiri atas bahan makanan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp720.965.175 disalurkan kepada masyarakat di sekitar SD Inpres Robo. Sementara bantuan untuk posko di Manggarai Timur mencapai 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan tersebut disiapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak dan masukan dari tenaga kesehatan yang telah lebih dahulu memberikan pelayanan kepada korban gempa.
“Dukungan dari Jawa Timur diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian,” kata Khofifah.
Bagi Bank Jatim, dukungan terhadap pegawai Bank NTT menjadi bagian dari hubungan kelembagaan dalam KUB, sementara penyaluran logistik kepada masyarakat menjadi bentuk dukungan kemanusiaan dalam merespons dampak bencana di NTT.***taolin
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











