Sementara itu, NIM turun menjadi 4,66 persen seiring meningkatnya biaya dana, sedangkan BOPO naik tipis menjadi 89,25 persen yang menandakan masih adanya ruang untuk meningkatkan efisiensi.
Rentabilitas Bank NTT menunjukkan gambaran yang cukup menarik. ROE meningkat dari 4,97 persen menjadi 6,15 persen, yang mengindikasikan kemampuan manajemen dalam mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan semakin baik.
Meski ROA turun dari 1,17 persen menjadi 0,98 persen, lonjakan laba bersih, pertumbuhan DPK yang melampaui industri, kualitas kredit yang tetap sehat, serta keberhasilan menekan beban operasional menjadi faktor utama yang mendorong kinerja positif Bank NTT sepanjang semester pertama 2026.
Semua aspek laporan keuangan Bank NTT Tahun 2026 Semester Pertama ini tentu berdampak pada kenaikan laba sebesar Rp 81,20 Miliar hingga Juni 2026 dalam tahun buku berjalan. Capaian ini dibilang bertumbuh secara baik jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp 61,54 Miliar atau mengalami kenaikan 31,94 persen.
Dikutip dari laporan publikasi Bank NTT pada Kamis, 6 Agustus 2026, kenaikan laba hadir di tengah pertumbuhan pendapatan bunga yang naik 2,71 persen menjadi Rp828,90 miliar. ***JeFF
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









