ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Depresi di Tengah Pengungsian, Pemuda Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia

Avatar photo
Reporter : SAMMUEL JULIANEditor: SCOLASTICA
  • Bagikan

MBAY,flobamorata.com- Lima hari setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Nagekeo, duka kembali menyelimuti warga Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa.

Di tengah deretan tenda pengungsian dan suasana yang masih dibayangi ketakutan akibat gempa susulan, seorang pemuda berusia 22 tahun, Lodofikus Mere alias Us, ditemukan meninggal dunia pada Kamis dini hari, 20 Agustus 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
ads
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Korban ditemukan oleh kakaknya beberapa meter dari kawasan tenda pengungsian, tak lama setelah gempa susulan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.

Baca Juga :  Bupati Belu Minta Alumnus STISIP Fajar Timur Jaga Kompetensi

Kabar itu sontak menambah luka warga yang selama beberapa hari terakhir masih berjuang menghadapi ketidakpastian. Sebagian warga belum dapat kembali ke rumah, sementara rasa takut terhadap gempa susulan terus menghantui kehidupan di pengungsian.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Danga, ibu kota Kabupaten Nagekeo, untuk menjalani pemeriksaan. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Soal Beras Nona Malaka Dan Fore Lakateu, Begini Penjelasan Distan Malaka

Ketika Bencana Meninggalkan Luka yang Tak Terlihat

Bagi warga Nggolonio, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik.
Hery Amekae, tokoh pemuda asal Desa Nggolonio, mengatakan perubahan perilaku korban mulai terlihat sejak gempa pertama mengguncang wilayah tersebut lima hari sebelumnya.

  • Bagikan