MBAY,flobamorata.com- Lima hari setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Nagekeo, duka kembali menyelimuti warga Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa.
Di tengah deretan tenda pengungsian dan suasana yang masih dibayangi ketakutan akibat gempa susulan, seorang pemuda berusia 22 tahun, Lodofikus Mere alias Us, ditemukan meninggal dunia pada Kamis dini hari, 20 Agustus 2026.
Korban ditemukan oleh kakaknya beberapa meter dari kawasan tenda pengungsian, tak lama setelah gempa susulan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.
Kabar itu sontak menambah luka warga yang selama beberapa hari terakhir masih berjuang menghadapi ketidakpastian. Sebagian warga belum dapat kembali ke rumah, sementara rasa takut terhadap gempa susulan terus menghantui kehidupan di pengungsian.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Danga, ibu kota Kabupaten Nagekeo, untuk menjalani pemeriksaan. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Ketika Bencana Meninggalkan Luka yang Tak Terlihat
Bagi warga Nggolonio, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik.
Hery Amekae, tokoh pemuda asal Desa Nggolonio, mengatakan perubahan perilaku korban mulai terlihat sejak gempa pertama mengguncang wilayah tersebut lima hari sebelumnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











