Siapa Bilang Bupati Malaka Anti Kritik?

Reporter : ADMIN
Editor : ADMIN
  • Bagikan
Bupati Malaka, DR. SIMON NAHAK, SH, M.H

KUPANG,flobamorata.com- Bupati Malaka, DR. Simon Nahak, SH, M.H pantas disebut sebagai News Maker (Pembuat atau Objek Berita). Sebagai bintangnya Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, sudah sewajarnya Bupati Simon Nahak akan menjadi tranding topik dalam diskursus kritis. Suami dari drg. Maria Martina Nahak, M. Biomed ini akan selalu menjadi objek bahasan diskusi.

Dalam iklim dinamika demokrasi yang baik, wajar kalau Bupati Simon Nahak selalu saja mendapat kritikan. Sebagai seorang bupati, acap kali Simon Nahak mendapatlan kritikan pedas dari kaum pembenci. Bahkan berbagai kritikan tanpa basis argumentasi yang ilmiah, kerap dimainkan oleh para “Supporter Dungu”, dengan berbalut narasi atas nama Renu Rai Malaka.

Menjadi pertanyaan reflektif, Apakah Bupati Simon Nahak Anti Kritik?. Bahkan ada yang menyematkan predikat seolah-olah sosok “Sang Petarung”, sapaan lain Bupati Simon Nahak adalah orang yang telinganya tipis. Lebih fatalnya lagi, mereka menyebut sosok Doktor Hukum Pidana bidang Perpajakan tersebut sebagai orang yang alergi juga terhadap pers.

Baca Juga :  Menuju Swasembada Pangan Bersama “Nona Malaka”

Sungguh naif kalau cara berpikir kita demikian. Apa sebabnya? Sederhana sekali untuk bisa menjawab hal tersebut. Sebagai seorang pejabat publik, tentu predikat soal telinga tipis dan alergi akan pers tidak mungkin ada dalam diri Bupati Malaka. Apakah seorang Simon Nahak adalah sosok yang mudah marah, gampang marah, atau mudah tersinggung sehingga disebut telinga tipis?. Jawabannya jelas tidak. Sebab kalau demikian, tentu Simon Nahak tidak mungkin jadi seorang bupati di Kabupaten Malaka.

Baca Juga :  Kades Motaain - Malaka Akui Tilep Dana BUMDes

Istilah soal alergi dan telinga tipis ini, dua hari terakhir ini menjadi bahan diskusi dalam komunitas jurnalis di Malaka bahkan sempat diberitakan. Bahan diskusi ini diambil dari pernyataan Bupati Simon Nahak dalam pidatonya saat melantik Sekda Kabupaten Malaka, Senin, 19 September 2022.

Dimana dalam pernyataannya, Bupati Simon Nahak dengan tegas memberikan makna bahwa dirinya tidak akan serampangan memberikan pernyataan publik tanpa basis data terukur dan terarah, dengan sumber fakta yang diyakini kebenarannya. Dengan menggunakan Bahasa sederhana, “Sosok Simon Nahak akan sangat sulit digoda dengan pertanyaan tanpa basis argumentasi yang jelas”.

Sebab sebagai seorang bupati, DR. Simon Nahak harus bisa memberikan informasi publik dengan baik dan benar tanpa harus dimanipulasi. Sebab setiap penyataan yang keluar dari bibir seorang pemimpin merupakan garansi akan keseimbangan kehidupan bermasyarakat yang baik dan harmonis.

Baca Juga :  Besok, Walikota Kupang Canangkan Bulan Kupang Hijau

Coba kita bayangkan, seandainya setiap pernyataan dan informasi dari Bupati Simon Nahak tanpa dikomunikasikan dengan baik atas prinsip kehati-hatian dalam berujar dan berucap?. Siapa bisa menjamin dinamika sosial yang bakal terjadi dalam masyarakat akibat hal ini?.

Sebagai bupati dengan latar belakang akademisi dan praktisi hukum, dirinya tentu sangat taat pada fakta. Ibarat kata, apa yang harusnya keluar dari mulut  Bupati Simon Nahak, itulah yang harus didistribusi dengan baik dan utuh sampai ke telinga masyarakat.

  • Bagikan