ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Kabupaten Malaka “Perang” Lawan Stunting Bersama “Sang Petarung”

Avatar photo
Reporter : JeOtEditor: ADMIN
  • Bagikan

“Saya melihat bahwa integrasi kegiatan sebagai upaya penurunan stunting belum berjalan maksimal. Kita masih bekerja masing-masing,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya memberikan solusi agar kedepannya semangat satu gerakan dalam Perang Melawan Stunting bisa direalisasi dengan baik. Solusi tersebut yakni review aksi yang dilakukan hari ini, harus menjadi acuan untuk dilakukan sebagai upaya komprehensif sehingga fokus pada tujuan yang satu dan sama yakni menurunnya stunting secara signifikan di setiap wilayah. Salah satu solusi yakni menyukseskan program 3 K yang dicetuskan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH yakni Kebun, Kandang dan Kolam.

Scroll kebawah untuk lihat konten
ads
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Memang upaya penurunan stunting ini harus dibuatkan aksi atau tindakan nyata. Semua elemen terkait harus terjun ke lapangan, memberikan intervensi yang nyata. Saya yakin jika ini dilakukan angka di bawah 10 persen dapat dicapai,” ujar “Srikandi Malaka” yang gemar sepatu sneakers ini.

Baca Juga :  Warga Amerika Bantu Masker Kepada Masyarakat Penfui

Dirinya juga berharap agar Pemerintahan Desa Di Kabupaten Malaka melalui anggaran dana Desa sebesar 30 persen benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan penurunan stunting

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malaka ini, selaras dengan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebutkan ada 3 upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mencegah stunting di Indonesia.

Baca Juga :  Adi Bere : Siapa Yang Mencari Panggung Politik Di Nanebot?

Upaya tersebut menurut Menkes Budi Gunadi, seperti dikutip dari www.sehatnegeriku.kemenkesri.org, yakni pertama, pencegahan stunting dengan pemberian TTD bagi para remaja putri. Kegiatan ini telah dimulai dengan menggalakkan Aksi Bergizi di Sekolah dengan 3 paket intervensi yakni pemberian TTD mingguan bagi remaja putri, aktivitas fisik dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Intervensi kedua, dengan pemberian TTD, pemeriksaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil. Upaya ketiga, lanjut Menkes, dengan pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan. Dikatakan Menkes, protein hewani ini tidak perlu yang mahal. Ada banyak sumber protein hewani yang harganya terjangkau dan bisa didapatkan di sekitar kita. [Jef Taolin]

  • Bagikan